-->

Type something and hit enter

author photo
Editor On


NAFAZNEWS.COM -Seorang emak-emak yang mengaku bekerja di apotek membuat geger media sosial karena menuduh vaksinasi Covid-19 sebagai biang keladi lonjakan kasus. Ia pun heran tidak ada pihak yang menghentikan tindakan tersebut.

"Halo semua. Saya ini kerja di apotek. Hampir setiap hari orang yang dateng saya tanya, yang keluarganya positif itu, habis vaksin enggak?" katanya di awal video yang dibagikan akun Instagram @cetul.22.

Lalu, si perempuan melanjutkan perkataannya, "Baru saja ini lagi, banyak saksinya. Iya habis vaksin yang sakit," ucapnya seperti dikutip dari laman okezone.com

Di video itu pun dia menjelaskan kalau orang-orang yang bercerita ke dia mengaku mengalami gejala-gejala menyerupai Covid-19 mulai dari meriang, tidak bisa mencium bau (anosmia), dan gejala lainnya.

"Dapat dua hari, meriang, enggak bisa nyium, dan kawan-kawan (gejala Covid-19 lainnya, red). Sudah positif dan menularkan ke semua orang ini," ujarnya.

Perempuan yang masih dilacak identitasnya tersebut pun mengaku heran kenapa aksi vaksinasi yang menurutnya malah menyebabkan peningkatan kasus Covid-19 itu dibiarkan begitu saja.

Tidak ada pihak yang berani menghentikan pemerintah menyetop vaksinasi.

"Terus, kok diam sih semuanya!Satu hari berjuta-juta (orang) loh yang mau disuntik ini. Apa enggak ada yang bisa berbuat apa-apa ini?" tambahnya dengan nada kesal.

Video ini sudah ditonton lebih dari 28 ribu netizen di Instagram. Komentar yang diberikan untuk video ini pun beragam.

Namun, kebanyakan netizen berharap agar si emak-emak diketahui identitasnya dan memberikan pernyataan terkait apa yang sudah dia sampaikan tersebut.

"Ibu kerja di apotek, ya, orang tiap hari beli obat lah bu. Mau buat siapa kek, apa kek, kan apotek jual obat. Kalau ibu kerja di toko bangunan, orang beli obat, baru ibu heran," celetuk @dessyrosa*****.

"Kerja di apotek kok wawasannya cuma segitu," tanya @yayuk_hudi***.

"Lah, saya habis divaksin, bu, sudah 21 hari alhamdulillah tetap negatif. Yang penting jaga prokes, jaga kebersihan, dan pola hidup yang baik," kata @luisromeo**.

"Nanti kalau ketangkep ngomongnya enggak ada maksud memprovokasi," ujar @ninoe**.

"Sudah beli materai belum, bu?" sindir @adhie_jogja****.

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment