-->

Type something and hit enter

author photo
Editor On
Ilustrasi


 NAFAZNEWS.COM - Profesi pemandi jenazah bukanlah pekerjaan yang banyak dicita-citakan banyak orang. Selain tidak semua orang mampu, banyak kejadian aneh dan seram yang dialami oleh pemandi jenazah ini.


Namun bagi Samahat Abdul Raffar yang sudah beberapa tahun jadi pemandi jenazah, pelbagai pengalaman seram tersebut seakan sudah biasa dilalui.


Samahat malah menjadikan kejadian-kejadian aneh selama jadi pemandi jenazah sebagai peluang untuk mengingatkan diri tentang kematian.


Berbagi pengalamannya, Samahat mengatakan ada kejadian tidak dapat dilupakan ketika dia bersama sahabatnya diminta mengurus jenazah seorang lelaki yang memiliki 'pegangan' pada bagian pinggangnya.


Masih segar dalam ingatannya ketika pertama kali sampai di kamar mayat, Samahat merasa merinding. Dia merasa seperti ada orang sedang memerhatikannya saat sibuk menyiapkan perlengkapan mengurus mayat sambil menanti jenazah tiba.


" Dalam sibuk membuat persiapan, saya rasa macam ada orang tengah berdiri di belakang saya... Saat menoleh, tidak ada siap-siapa di dalam kamar mayat itu kecuali teman saya.


" Telinga terasa seperti ditiup angin, rasa merinding. Jantung memang rasa berdebar karena jarang alami kejadian seperti itu," katanya.


Tidak lama kemudian, kata Samahat, petugas rumah sakit berjalan masuk mendorong troli mayat sebelum memberi isyarat tanpa berkata apa-apa. Namun Samahat tidak memahami maksud yang coba disampaikan petugas rumah sakit.


Ketika jenazah diletakkan di tempat untuk memandikan mayat, dia dan temannya menemukan hal yang cukup mengejutkan.


Samahat melihat jenazah tersebut mempunyai pegangan berupa jimat yang diikat pada bagian pinggangnya. Samahat baru sadar dengan isyarat yang dibuat petugas rumah sakit tadi.


" Kami tak berani memotong jimat itu karena takut bakal terjadi sesuatu. Ketika memandikan, kain pada jenazah terlepas tanpa sengaja dan kami terkejut melihat zakarnya dalam keadaan tegang.


" Ketika kami saling berpandangan, lampu dalam kamar mayat itu tiba-tiba berkedip-kedip. Suasana berubah jadi menyeramkan... Teman saya minta dipanggilkan istri jenazah untuk masuk ke dalam," ceritanya.


Ketika Samahat memanggil istri jenazah, dia sekali lagi terkejut ketika empat orang wanita tiba-tiba maju ke depan.


Mereka ternyata para istri si jenazah dan meminta izin untuk semuanya masuk ke dalam kamar mayat.


" Waktu berjalan masuk, jantung saya tiba-tiba berdegup kencang dan saya berdoa dalam hati agar Allah selamatkan kami daripada gangguan setan.


" Teman saya bertanya kepada para wanita itu tentang amalan si jenazah yang mungkin mereka tahu. Namun semua diam mungkin karena ingin menjaga aib suami mereka," ujarnya.


Namun setelah dijelaskan kenapa pertanyaan itu dibuat, salah seorang istri mengakui suaminya ada punya jimat yang diikat di pinggang. Namun dia tidak mengetahui kegunaannya.


Setelah mendengar penjelasan itu, Samahat juga memanggil anak lelaki pertama mendiang dan bertanya apa ada yang ingin menyimpan jimat tersebut atau dibuang.


Ternyata, tidak ada satu pun di antara ahli waris mendiang yang sanggup menyimpan jimat tersebut. Mereka meminta jimat tersebut dibuang saja.


Bersama temannya, Samahat kemudian membaca surah al-Fatihah dan sholawat. Setelah itu dia meminta ahli waris ikut membaca surah an-Nisa ayat-48 dan surah Yusuf ayat-64.


" Selesai membaca, tiba-tiba lampu menjadi berkedip-kedip, terus saya bilang jangan panik dan ingat kepada Allah. Kami dudukkan jenazah mendiang dan tutupkan kain pada bagian pinggang. Pegangan tersebut mempunyai empat simpul.


" Kami minta semua istri mendiang untuk memotong tepat pada simpul itu menurut kedudukan mereka. Selesai potongan pegangan itu dibuat, kami terdiam waktu pintu kamar mayat terbuka dengan sendirinya.


" Ahli waris terkejut dan kami beristighfar bersama-sama sebelum meminta mereka untuk menunggu di luar sementara kami mengurus jenazah," jelas Samahat.


Ketika Samahat memegang jimat di pinggang jenazah mendiang, tiba-tiba dia merasa panas dan langsung membalutnya dalam kain sebesar tapak tangan sebelum dimasukkan ke dalam kantong plastik.


Selesai memandikan jenazah, Samahat mengaku mendengar bunyi letupan di dalam kamar mayat dan suasana kembali menakutkan.


" Kami mencari dari mana asal bunyi letupan itu. Ternyata, selesai wudhukan jenazah saya lihat bungkusan yang berisi jimat itu plastiknya sudah terburai.

" Saya ganti dengan plastik lain dan tak sampai lima menit, plastik itu mengelembung dan meletup lagi. Saya coba pegang untuk dipindahkan ke dalam plastik yang lain, tetapi benda tersebut seperti bara api, sebelum terlepas jatuh ke lantai," katanya.


Lebih menyeramkan lagi, kata Samahat, jimat itu tiba-tiba mengeluarkan asap dan temannya segera membaca surah al-Falaq dan ayat Kursi sebanyak tujuh kali sebelum memasukkannya ke dalam plastik yang baru.


Temannya meminta Samahat untuk membuang jimat tersebut ke dalam sungai dan berpesan agar menambah pemberat agar ia tidak timbul.


" Macam-macam kejadian aneh saat mau buang jimat itu. Salah satunya diganggu ketika sholat. Bahkan ketika selesai membaca surah Al-Fatihah ada yang mengaminkan walaupun saya sholat seorang diri.


" Alhamdulillah tidak ada gangguan yang terjadi setelahnya, dan saya bersyukur Allah melindungi saya dari malapetaka," ujarnya.

Kejadian itu membuat Samahat lebih insaf dan berharap bisa memberi pelajaran kepada orang lain agar tidak menggunakan benda-benda yang menyekutu dan mensyirikkan Allah.


" Percaya dan taksub pada jimat, azimat, pendamping, khadam dan sebagainya sama saja berteman dengan iblis dan syaitan. Hal-hal beginilah yang membuat gugurnya akidah orang Islam dan dampaknya amat buruk apabila meninggal dunia," pungkasnya.


SUMBER dream.co.id.





Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment