-->

Type something and hit enter

Editor On
Petugas BKSDA Riau, saat membakar mercun mengusir Harimau



NAFAZNEWS.COM - Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau (BKSDA) Riau turun ke lokasi dimana laporan beberapa ternak warga dimangsa Harimau di Desa Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Untuk mencegah satwa ganas itu muncul kembali, petugas masih stanby melakukan Mitigasi di desa tersebut.


Menurut laporan petugas dilapangan, saat kedatangan mereka melakukan Mitigasi, tim sempat disambut auman satwa ganas tersebut, namun, direspon dengan meledakkan Mercon.


''Tujuannya agar Harimau itu menjauh dari pemukiman warga,'' kata Kepala BKSDA Riau, Suharyono, Kamis (1/7/2021).


Saat proses mitigasi dilapangan, tim yang turun mendapat informasi ternyata tidak hanya kambing yang dimangsa, tetapi juga turut hewan seperti ayam dan anjing warga.


''Jadi setelah tim turun, ternyata yang dimangsa tidak hanya kambing, tapi ada juga ayam dan anjing warga,'' kata Suharyono.


Pihaknya, kata Suharyono menurunkan tim di Teluk Lanus, setelah warga melihatnya muncul pada Selasa (29/6/2021) malam. Penampakan ini terlihat saat harimau itu melintas di semak-semak. 


''Saat melakukan Mitigasi ditengah malam, petugas dan warga mendengar auman harimau. Petugas mengatakan, sangat jelas itu suara harimau,'' terang Suharyono. 


Mencegah harimau mendekat, tim dan warga langsung bergerak mencari sumber suara dengan membuat suara gaduh, bertujuan agar harimau menjauh ketika mengetahui keramaian mengarah kepada dirinya. 


''Sambil mendekat, tim juga menghidupkan kembang api dan mercon ke sumber auman,'' jelas Suharyono. 


Tindakan petugas tersebut, kata Suharyono bertujuan untuk mengiring harimau ke arah hutan yang masuk dalam hamparan atau landscape Kampar. 


''Wilayah temuan ternak warga dimakan itu, hutannya masih lebat dan menjadi habitat harimau sumatera,'' kata Suharyono. 


Setelah kegiatan petugas dan warga malam itu, esoknya dikabarkan tidak lagi terdengar auman Harimau. 


''Petugas mendapat laporan warga malam dan paginya tidak ada lagi laporan kemunculan harimau,'' jelas Suharyono. 


Meksipun telah berhasil ditangani, Suharyono berpesan, kedepannya berkemungkinan harimau sumatra kembali lagi sangat besar. 


''Diprediksi kembali lagi. Karena desa itu bertetangga dengan habitat harimau dan di pemukiman banyak ternak yang kandangnya cukup jauh dari rumah,'' jelas Suharyono. 


Maka, untuk mencegah peristiwa serupa terjadi, pihaknya menghimbau masyarakat agar merapikan kandang ternak dan memindahkannya lebih dekat dengan rumah. 


''Saya sarankan jangan lagi beternak lagi di lokasi yang pernah didatangi harimau,'' tutup Suharyono.



Sumber: Riauaktual.com

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment