-->

Type something and hit enter

author photo
Editor On


NAFAZNEWS.COM - Elektabilitas Partai Amanat Nasional (PAN) mengalami peningkatan signifikan. Partai pimpinan Zulkifli Hasan ini bahkan mengungguli Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan mulai menempel Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Demikian temuan survei Indonesia Political Opinion (IPO) bertema "Refleksi Penanganan Pandemi dan Dampak Konstelasi Politik 2024" terkait pergerakan elektabilitas Parpol kelas menengah, Sabtu (14/8).

Dalam survei tersebut, elektabilitas PAN berada di angka 5,8 persen, naik signifikan dibanding hasil survei bulan April 2021 yang hanya 2, 2 persen. Semnetara itu, PKS mengalami penurunan dari posisi 5 dengan 5,3 persen di survei April, kini terjun bebas di posisi 8 dengan elektabilitas 4,95 persen.

"Terjadi perubahan pada tingkat keterpilihan partai politik; PKS mengalami penurunan signifikan, kondisi ini seiring dengan peningkatan perolehan angka keterpilihan pada PAN yang berhasil unggul dari PKS," ujar Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah dalam hasil surveinya.

Dedi mengurai, konsistensi PAN akhir-akhir ini cukup menegaskan soliditas yang terbangun di kepemimpinan Ketua Umum Zulkifli Hasan. Meskipun, kata dia, PAN mengalami perpecahan dengan hadirnya Partai Ummat.

"Tetapi Zulhas berhasil membuktikan kepiawaiannya menjaga soliditas PAN, bahkan berhasil mengungguli PKS. Ini temuan menarik sekaligus pesan untuk PKS agar lebih waspada," urainya.

Adapun, kondisi PKS yang menurun antara lain dipengaruhi oleh lahirnya Partai Gelora. Di mana dalam temuan IPO, Gelora mendapat respons elektabilitas 0,7 persen.

"Ini posisi bagus untuk partai baru, dan berbanding terbalik dengan nasib sesama new comers Partai Ummat yang belum mendapat respons publik 0,0 persen," kata Dedi.

Di luar itu, PDI Perjuangan masih perkasa di puncak teratas dengan 19,5 persen, Partai Golkar 13.8 persen, Partai Gerindra 12,6 persen, Partai Demokrat 8,7 persen, Partai Nasdem 7,8 persen, PKB 7,5 persen.

"PAN ungguli PKS dan mendekati perolehan angka keterpilihan PKB. Jika kondisi ini konsisten, maka PAN berpeluang kembali meningkat di Pemilu 2024," demikian Dedi Kurnia.

Survei IPO ini digelar sejak 2-10 Agustus 2021 dan menggunakan metode multistage random samplingdengan 1200 responden yang tersebar proporsional secara nasional. Survei ini memiliki pengukuran kesalahan (sampling error) 2,50 persen, dengan tingkat akurasi data 97 persen.

sumber rmol.id

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment