Ditipu Jutaan Rupiah hingga Dimusuhi Keluarga, Pria Ini Stres Putuskan Bunuh di Pohon Nangka

NAFAZNEWS.COM - Apalah arti hidup jika selalu terlilit dalam berbagai macam masalah. Seorang pria warga Kampung Barat RT 8 RW 4 Desa Daru, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Banten mengakhiri hidupnya di sebuah pohon Nangka.

Na'as bahwa insiden ini tidak bisa diselamatkan, bahkan pihak keluarga tidak mengetahui hal ini akan terjadi dan menganggap semua ini adalah musibah yang sedang menimpa keluarganya.

Dikutip dari RRI, korban diketahui memiliki masalah yang berat sehingga tanpa berpikir panjang untuk mengakhiri hidupnya.

"Korbannya diketahui bernama Wawan Sopian berusia 37 tahun yang diduga depresi karena terhimpit masalah keuangan," kata Kompol Sumardi, Kapolsek Tigaraksa, Kamis 10 Oktober 2020.

Berdasarkan informasi dari warga, korban tersebut nekat untuk melakukan gantung diri karena merasa tidak ada pilihan. Selain itu ia dikabarkan dimusuhi oleh keluarganya setelah tertipu uang jutaan rupiah oleh seseorang.

Tidak hanya sampai disitu, masalah korban bukan hanya dimusuhi oleh keluarga dan terkena tipu melainkan ditambah dengan gajinya dipotong akibat perusahaannya mengalami dampak akibat Covid-19.

Diketahui bahwa korban merasa depresi dengan berbagai macam masalah yang menghampirinya, sehingga ia memutuskan untuk mengakhiri masa hidupnya di dunia.

Insiden ini telah dikonfirmasi polsek setempat bahwa saat dilakukan peninjauan di tempat kejadian perkara korban sudah berada dalam kondisi tak bernyawa.

"Pada saat ditemukan korban sudah dalam keadaan tak bernyawa menggunakan kaos warna putih merah dan celana panjang bahan warna hitam dengan posisi leher terikat," tutur Kompol Sumardi.

Sumardi menegaskan bahwa saat dilakukan pemeriksaan atau olah TKP oleh Unit Reskrim Polsek Tigaraksa, kemaluan korban terlihat mengeluarkan cairan sperma dan ada sedikit kotoran pada bagian anusnya.

Dalam proses pemeriksaan tersebut, setelah diteliti lebih lanjut oleh Polsek Tigaraksa, pihak kepolisian tidak menemukan adanya tanda akibat kekerasan sehingga hal ini merupakan murni hasil ulah korban sendiri.

Berdasarkan olah TKP tersebut pihak keluarga sudah menerima bahwa kejadian tersebut sebagai suatu musibah yang menimpa keluarganya.

Pihak keluarga meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak melakukan visum terhadap jasad korban sehingga pihak keluarga membuat surat pernyataan yang menandakan bahwa keluarga setuju untuk tidak melakukan visum terhadap jasad korban.

"Dari keterangan keluarga korban memang sempat mengalami depresi," tutur Kompol Sumardi.


Comment

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Previous Post Next Post