JK Sebut Kunci Pemulihan Ekonomi Indonesia dari Covid Ada di Tangan Manajer-manajer Handal...

NAFAZNEWS.COM - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla berpesan kepada kalangan pengusaha mengenai pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi covid-19.

Ia menuturkan harapan pertumbuhan ekonomi berada di tangan para pengusaha.

"Dalam kesempatan ini, harapan itu ada di tangan anda semua, para praktisi, para manajer-manajer yang handal," ujarnya di acara Menyongsong Bangkitnya Ekonomi Indonesia 2021, yang diselenggarakan oleh CNBC Indonesia, Kamis (10/12).

Ia menuturkan indikator ekonomi sudah mulai kembali bergerak setelah lesu akibat pandemi.

Kondisi ini ditunjukkan oleh kontraksi ekonomi yang sudah berkurang pada kuartal III 2020 sebesar minus 3,49 persen dari sebelumnya minus 5,32 persen di kuartal III 2020.

JK, sapaan akrabnya meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2020 membaik.

"Indikator daya beli sudah mulai gerak, ada harapan. Namun, kita tidak boleh pandang enteng setiap perbaikan, bisa saja kembali lagi seperti pengalaman banyak negara, kembali gelombang kedua ketiga, di tengah harapan itu kita harus tetap waspada selalu disiplin," ucapnya.

Menurutnya, jalan keluar mengatasi krisis ekonomi saat ini adalah mengurai penyebabnya, yakni pandemi covid-19 itu sendiri. Saat ini, upaya tersebut sudah mulai tampak dari pengembangan vaksin covid-19 oleh sejumlah perusahaan di dunia.

"Harus kita sadari juga, salah satu cara untuk hentikan ini adalah vaksinasi, pada saat scientist (ilmuwan) ini berlomba temukan vaksin yang cocok untuk tingkatkan imunitas kita semua, dan Alhamdulillah sekarang semua punya harapan," katanya.

Indonesia sendiri, telah mendatangkan sebanyak 1,2 juta dosis vaksin covid-19 produksi Sinovac, China. Selanjutnya, pemerintah akan mendatangkan 1,8 juta dosis pada bulan ini sehingga totalnya menjadi 3 juta dosis vaksin Sinovac.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah menetapkan 6 jenis vaksin covid-19 yang dapat digunakan di Indonesia. Keenam vaksin tersebut diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero), AstraZeneca, dan China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm).

Selanjutnya, vaksin covid-19 buatan Moderna, Pfizer Inc and BioNtech, serta Sinovac Biotech.

Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ Menkes/ 9860/ 2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19.

Comment

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Previous Post Next Post
close