Deretan Pengusaha yang Hilang di China

 

Jack Ma

Jack Ma menghilang usai mengkritik pemerintah China. Teka teki keberadaan salah satu orang terkaya di China itu yang masih misterius memicu spekulasi liar, termasuk kemungkinan tewas.


Tak lama setelah mengkritik di salah satu forum di Shanghai pada akhir Oktober 2020, Ma dipanggil regulator. Rencana IPO Ant Group, anak usaha Alibaba juga dibatalkan karena bisnisnya terlalu besar dan cenderung monopoli. Jejak Ma pun tak berbekas.


Namun, Jack Ma bukan orang pertama di China yang tiba-tiba menghilang. Berikut daftar pengusaha China yang 'lenyap' dikutip dari QZ, Kamis (7/1/2021):


1. Wu Xiaohui, Mantan Chairman Anbang Insurance Group


Wu merupakan pengusaha China yang sukses di bidang asuransi. Puncak karier Wu terjadi saat dia makan malam bersama menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner. Makan malam digelar di Waldorf Astoria Hotel milik Anbang pada November 2016.


Pada Juni 2017, Wu menghilang secara misterius. Perusahaannya menyebut Wu tidak bisa lagi bekerja karena alasan pribadi. Hilangnya WU dikaitkan dengan keputusan regulator yang mulai khawatir dengan Anbang yang agresif melakukan akuisisi di luar China.


Sembilan bulan setelah hilang, Wu muncul pada Maret 2018 dalam persidangan. Dia divonis 18 tahun penjara atas penipuan di sektor keuangan sekaligus penyalahgunaan kekuasaan. Pada September 2020, Anbeng yang pernah menjadi salah satu perusahaan asuransi terbesar di China bangkrut.


2. Ren Zhiqiang, Mantan Chairman Huayuan Property


Ren dikenal sebagai salah satu raja properti di China. Pria yang vokal mengomentari isu-isu sosial tersebut tak tampil lagi di depan publik sejak Maret 2020.


Banyak yang menduga Ren hilang karena kritikannya yang tajam soal pemerintah China yang menutupi informasi soal Covid-19. Dia juga menyebut Presiden China Xi Jinping sebagai 'badut telanjang yang berambisi menjadi kaisar'.


Pada Juni 2020, Ren dipecat dari Partai Komunis China karena dinilai melanggar aturan partai. Dua bulan setelahnya, pria berusia 69 tahun itu divonis 18 tahun penjara karena rangkaian tuntutan termasuk suap dan penyalahgunaan kekuasaan.


3. Guo Guangchang, Chairman Fosun International


Guo sering disebut-sebut sebagai 'Warren Buffett'-nya China. Pada Desember 2015, dia menghilang dan diselidiki oleh pemerintah China.


Namun Guo tak menghilang lama. Beberapa hari kemudian, dia muncul dalam RUPS Fosun International. Perseroan pun menyebut penyelidikan atas Guo lebih ke ranah pribadi daripada urusan perusahaan.


Setelah dinyatakan 'bersih', muncul isu Guo kembali hilang pada 2017. Fosun menepis kabar tersebut. Perusahaan menyebut, investor tampaknya khawatir dengan kehilangan Guo dua tahun lalu.


4. Xiao Jianhua, Founder Tomorrow Group


Berbeda dengan pengusaha lainnya, kehilangan Xiao cukup dramatis. Pada Januari 2017, dia dipaksa keluar dengan kursi roda oleh sejumlah orang dari Hotel Four Seasons Hong Kong. Sejak saat itu, dia tak muncul di publik tanpa penjelasan apa pun.


Saat itu, Xiao adalah pengusaha sukses yang memiliki banyak saham mulai dari perbankan hingga logam jarang di bawah Tomorrow Group. Pemerintah China khawatir terhadap Xiao yang terlalu berkuasa.


Kemudian, perusahaan untuk pertama kalinya mengeluarkan pernyataan pada Juli 2020 bahwa Xiao saat ini berada di China Daratan. Pemimpin perusahaannya itu siap bekerja sama dengan otoritas untuk merestrukturisasi bisnisnya.


sumber: www.inews.id

Comment

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Previous Post Next Post
close