Kisah Vera Gusman Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Selamat Dari Kecelakaan Maut

 

Vera Gusman (Foto: Instagram @makassar_iinfo)

Dunia penerbangan tengah berduka lantaran insiden yang menimpa Pesawat Sriwijaya Air SJ182. Pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak itu jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu, 9 Januari 2021.


Pesawat jenis Boeing tersebut membawa 50 penumpang, 6 kru aktif dan 6 kru ekstra. Kabar terbaru, sejumlah serpihan puing pesawat sudah ditemukan berupa ban dan beberapa properti yang berupa pakaian anak diduga milik korban Sriwijaya Air SJ 182.


Di balik tragedi nahas tersebut, muncul sebuah kisah yang datang dari Vera Gusman. Ia sempat akan menjadi salah satu penumpang Pesawat Sriwijaya Air SJ 182.


Perkara Test Swab

Dilansir dari akun Instagram @makassar_iinfo, Vera Gusman melalui akun media sosial Facebook menceritakan kisahnya yang selamat dari peristiwa naas yang terjadi pada Sabtu, 9 Januari 2021 siang lalu.


Diakui Vera, test swab yang membuatnya gagal berangkat pada hari itu.


" Ya Allah, ceritanya tadi pagi harusnya terbang ke Jakarta-Pontianak antar kakak Febri pulang, sesampainya di sana ada peraturan baru pertanggal 9 Januari tes swab berlaku tiga hari dan aku pun sedih karena tak bisa terbang karena tes swabnya udah gak berlaku," tulis Vera Gusman.


" Padahal udah jauh-jauh kan dari Bandung naik bis, udah beli oleh-oleh tinggal masuk aja masa gak boleh pikirku," tambahnya.


Ditolak Maskapai

Tak menyerah, Vera masih berusaha keras untuk memperjuangkan keberangkatan hari itu, namun justru ditolak.


" Masih ingat tadi usahaku lari sana lari sini menghadap meminta kebijakan Sriwijaya agar bisa terbang dan memohon agar yang harusnya pergi jam 5 udah mepet aku minta undur yang jam 7 pagi dan ditolak mentah-mentah ada perasaan kecewa dan marah kesal," lanjutnya.


Alhasil, Vera harus kembali ke Bandung lantaran tak bisa berangkat ke Pontianak pada hari itu.


Sempat Kecewa Namun Bersyukur

Dengan perasaan kesal dan kecewa, namun ternyata terdapat hikmah dibalik penolakan tersebut.


" Dan coba ikhlas dan pulang ke Bandung lagi pake bis jam 9 tapi sore tadi rasa kesal marah sedih berubah jadi nangis haru, Alhamdulillah Allah masih sayang aku dan anakku. untuk saja mereka tolak permintaanku, Allah tau yang terbaik untukmu, rencana Allah lebih baik dari rencanamu," ungkapnya di akhir tulisan. 



sumber: www.dream.co.id

Comment

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Previous Post Next Post
close