Rodrigo Duterte: Saya Ingin Menangis Tapi Sudah Kehabisan Air Mata

 

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte

NAFAZNEWS.COM - Kritik atas penanganan pandemi Covid-19, khususnya vaksinasi, oleh pemerintah Filipina terus bermunculan dan cukup membuat Presiden Rodrigo Duterte kawalahan.


Ia bahkan meminta warga untuk sabar dan mengerti situasi karena pemerintah melakukan yang terbaik untuk menangani krisis. Ia juga mengungkap betapa sulitnya mendapatkan vaksin Covid-19.


"Seandainya saya memiliki kekuatan tongkat ajaib untuk menghilangkan masalah kita, saya akan melakukannya," ujar Duterte dalam pidatonya beberapa hari lalu, seperti dikutip Arab News, Rabu (31/3).


"Saya bergulat dengan masalah virus corona. Sebenarnya sebagian besar waktu saya dibutuhkan untuk mencari cara dan di mana kita bisa mendapatkan vaksin," tambah mantan walikota Davao itu.


Duterte menyebut, sulitnya mendapatkan vaksin hampir membuatnya menangis. Distribusi vaksin dunia yang tidak adil membuat Filipina sulit mendapatkan akses karena beberapa negara telah mengamankan pasokan global.


"Jika Anda tahu, saya ingin melewati api penyucian saat ini sampai saya dapat membantu semua orang Filipina. Saya ingin menangis di depan Ada, tapi saya sudah kehabisan air mata," tuturnya.


Dengan situasi yang ada, Duterte meminta agar masyarakat untuk bersabar, terlebih Filipina bukan produsen vaksin. Ia juga telah memerintahkan pihaknya untuk memberikan akses bagi swasta untuk mengimpor vaksin sesuka hati.


“Kami melakukan yang terbaik. Kami bukan negara penghasil vaksin. Kami tidak memiliki keahlian dan kami tidak memiliki pengetahuan medis atau ilmiah. Jadi kita tunggu saja," kata Duterte.


Filipina sudah mencatat 741.181 kasus Covid-19, dengan 13.191 orang meninggal dunia. Dari total kasus tersebut, 603.310 orang telah sembuh, sedangkan jumlah kasus aktif saat ini mencapai 124.680 orang. 



sumber rmol.id

Comment

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Previous Post Next Post
close