-->

Type something and hit enter

author photo
Editor On


NAFAZNEWS.COMPengamat Politik, Rocky Gerung mengomentari pernyataan Presiden Jokowi yang menanggapi soal kritik dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) terhadap dirinya.

Rocky Gerung pun menilai pernyataan Jokowi yang meminta BEM UI mengkritik secara sopan santun dan memakai tata krama adalah keliru.

Pasalnya, menurut Rocky, dalam dunia politik sopan santun dan tata krama merupakan bentuk kemunafikan. Oleh karena itu, ia menilai kedua hal tersebut tidak diperlukan.

"Saya mau kasih poin, sopan santun itu adalah kemunafikan di dalam politik itu intinya. Jadi nggak perlu ada sopan santun," ujar Rocky Gerung, Rabu 30 Juni 2021 seperti dikutip dari Era.id.

Ia pun menilai, kritik kepada pejabat publik yang dibalut dengan sopan santun maupun tata krama hanya akan memanipulasi pesan dari kritik tersebut.

"Tata krama buat orang yang lebih tua. Kalau kepada pejabat publik nggak boleh ada tata krama, nanti terjadi manupulasi dalam pesan," ungkap Rocky Gerung.

Selain itu, Rocky juga menilai tata krama itu hanya dilakukan antar orang ke orang dan bukan antara kritikus ke pihak yang dikritik.

"Tata krama itu antar orang, bukan antara kritikus dengan yang dikritik, ngga ada. Gimana kita mau kritik kalau kita dipasang pagar tata krama. Jadi kritiklah sekeras-kerasnya," tegasnya.

Rocky Gerung juga menyoroti soal gerak tubuh Jokowi saat menyampaikan tanggapannya terkait kritik dari BEM UI.

Ia menilai, gestur Jokowi saat memberikan respon terhadap polemik meme BEM UI itu memperlihatkan sikap tersinggung. Jokowi menurutnya sengaja memoles ketersinggungannya untuk menahan amarah.

Hal itu, kata Rocky Gerung, bisa terlihat saat Jokowi bicara mengenai julukan atau hinaan yang pernah dia terima selama menjabat sebagai presiden termasuk yang dilayangkan BEM UI.

"Jadi orang yang tersinggung ini menyampaikan sesuatu tetapi dia musti poles sendiri dengan menahan kemarahan. Kita bisa baca itu di dalam ilmu psikologi, jadi tetap presiden jengkel. Karena itu secara sadar presiden tambahkan predikat iya silahkan kritik. Lalu dia berhenti sejenak dan ngomong \"tapi ingat\". Nah \"tapi ingat\" itu adalah ancaman," ujarnya.



Sumber terkini.id

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment