-->

Type something and hit enter

Editor On
Ilustrasi



NAFAZNEWS.COM - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong berkoordinasi dengan aparat hukum setempat terkait kasus pemerkosaan yang dialami pekerja migran Indonesia (PMI).


Pernyataan tertulis KJRI Hong Kong, pada Rabu (30/6) mengatakan koordinasi dengan pihak Kepolisian Hong Kong untuk memastikan pelindungan hukum bagi korban berjalan sesuai dengan ketentuan dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya.


Saat ini, kasus tersebut dalam penanganan pihak Kepolisian Hong Kong.


KJRI Hong Kong juga telah melakukan komunikasi dengan Departemen Tenaga Kerja setempat untuk memastikan pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan dan kompensasi terhadap korban sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


KJRI telah menjatuhkan sanksi terhadap agensi penempatan dan majikan korban sehingga agen dan majikan tersebut tidak dapat lagi mempekerjakan PMI.


Pihak KJRI selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan dan pelindungan terhadap warga negara Indonesia, termasuk merespons pengaduan baik melalui sambungan telepon hotline, media sosial, surat elektronik, maupun pengaduan langsung.


Pernyataan tersebut menampik tudingan terhadap KJRI Hong Kong yang tidak menanggapi berbagai pengaduan WNI, khususnya PMI.


Pernyataan yang diunggah di akun resmi Facebook KJRI Hong Kong itu mendapatkan beragam komentar.


"Dilaporin malah gak direspon giliran viral sok melindungi sok tangung jawab ....kerja cuma di belakang meja sekali dong respon keluhan para TKW...," demikian salah satu komentar warganet.


Namun ada juga yang mendukung pernyataan KJRI Hong Kong tersebut.


"La iku wis di respon koh podo heboh ya (Lah itu sudah ditanggapi, kok masih pada heboh ya?)," tulis warganet yang lain.


Sumber: Okezone.com

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment