-->

Type something and hit enter

author photo
Editor On

 

Tangkapan layar video emak-emak makan di restoran tanpa jaga jarak/ Twitter @MurthadaOne1

NAFAZNEWS.COM -  Beredar video seorang emak-emak yang memamerkan restoran tempatnya makan yang ramai dan tanpa jaga jarak.


Dikutip dari laman Terkini.id, video itu diunggah oleh akun Twitter MurthadaOne1 pada Sabtu, 3 Juli 2021.


“Makemak ini nekat membuat video provokasi dari Padang,” katanya.


Cuitan netizen itu juga dibagikan oleh mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.


“Rupa jelek, statement buruk, hati jelek,” katanya melakui akun FerdinandHaean3.


Dalam video bedurasi 1 menit 5 detik itu, awalnya terdengar suara seorang perempuan yang memperlihatkan keramaian rumah makan.


“Di Padang Kota bebas, makan apa aja kita, nggak ada yang di-lockdown, nggak ada pembatasan dan sekat-sekat,” kata emak-emak itu.


“Tuh lihat tuh rame, nggak ada, bebas semua, nggak ada jaga jarak. Padang aman, tidak takut apapun,” tambahnya sambil menggerakan kameranya ke sekeliling.


Emak-emak itu bahkan sempat bercanda bahwa ia tidak takut “karona”, tapi takutnya pada “kolor celana”.


Candaannya itu terdengar disambut tawa oleh beberapa orang di dekatnya.


Selanjutnya, emak-emak itu lalu memperlihatkan wajahnya. Nampak seorang perempuan paru baya berjilbab hitam.


Emak-emak itu menyebutkan bahwa ia sedang makan di Restoran Kampung Bebek Sawa.


“Kenapa kita di Jakarta kok pada panik semua? Udah jangan panik! Terus saja lawan pemerintahan zolim.


Video itu lantas mengundang banyak kritik dari netizen yang menyayangkan sikap emak-emak tersebut.


“Kalian belum merasakan betapa pedihnya ditinggalkan orang-orang tersayang dan betapa ironisnya orang yang meninggal o/ covid. Semoga kalian tidak merasakannya,” kata AndriMarwana.


“Selamat berpesta ‘mak, semoga keluarga emak baik yang di Jakarta maupun di tanah perantauan lain di wilayah NKRI ini terhindar dari Pandemi,” kata Genon_agus.


T”api bila mereka (putra/putri)  atau ‘mak  sendiri terpapar Covid ’19, nikmati saja seperti ‘mak menikmati suasana direstoran ini,” lanjutnya.


“Dihukum kerja sosial di rumah sakit aja ibu ini. Biar ada empati buat korban covid,” kata RezaShakti.






Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment