-->

Type something and hit enter

Editor On

 


NAFAZNEWS.COM - Sang suami yang berjuang melawan pneumonia bilateral setelah terkena Covid-19 tiga bulan lalu meninggal pada Kamis (22/7/2021) karena gagal organ.


Kasusnya mendapat perhatian nasional setelah istrinya yang berusia 29 tahun mendatangi Pengadilan Tinggi Gujarat pada Senin malam.


Dia meminta bantuan pengadilan setelah rumah sakit menolak permintaannya untuk mengumpulkan sperma suami.


Pengadilan akhirnya mengeluarkan perintah yang menganggapnya sebagai situasi mendesak yang luar biasa.


Pasien tersebut menjalani perawatan di sebuah rumah sakit swasta di Vadodara, India. Menurut dokter, harapan hidupnya sangat minim.


Sementara istrinya sangat ingin mendapatkan keturunan dari suaminya. Istri akhirnya nekat mengumpulkan sperma suami yang sudah sekarat.


Dokter awalnya tidak mengabulkan permintaan itu. Alasannya, suami wanita tersebut tidak mengizinkan. Tidak putus asa, si wanita meminta bantuan pengadilan.


Pria itu akhirnya meninggal beberapa jam setelah spermanya dikumpulkan atas permintaan istrinya untuk memiliki anak nanti.


"Rumah sakit telah memberi tahu kami bahwa mereka telah mengekstrak sperma suami klien saya tak lama setelah pengadilan tinggi memberikan lampu hijau untuk itu pada Selasa malam. Tetapi dia meninggal pada hari Kamis," Nilay Patel, pengacara wanita itu seperti dikutip dari India Times.


Rumah sakit melakukan prosedur IVF/Assisted Reproductive Technology (ART) untuk pengambilan sperma suami.


sumber rakyatku.com


 

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment