-->

Type something and hit enter

Editor On


NAFAZNEWS.COM - Atlet peraih medali emas cabang olahraga Muaythai PON XX Papua, Susanti Ndapataka, menjadi perhatian masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) menyusul beredarnya foto dan video penjemputannya menggunakan mobil pikap di Bandara El Tari, Kupang, Rabu (6/10) pagi. 


Unggahan yang menunjukkan kondisi rumah keluarganya yang sangat sederhana pun mendorong sejumlah kalangan untuk memberikan bantuan.


Unggahan itu menunjukkan kondisi rumah keluarga Susanti yang jauh dari layak. Rumah di Desa Kuamasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang itu hanya beratapkan daun gewang dan berdinding bebak.


Salah seorang yang tergerak membantu keluarga Susanti yakni Yohanis Vian Feoh. Jauh-jauh dari Jakarta, Jumat (8/10), dia berkunjung ke rumah Susanti untuk melihat langsung kondisi kehidupan keluarganya.


Vian mengaku datang dari jauh untuk memberikan bantuan. Dia ingin membantu membangun rumah Susanti.


Menurut Vian, Susanti pantas mendapatkan perhatian lebih karena dengan kesederhanaan dan keterbatasan yang dimiliki, masih berjuang mengharumkan nama NTT di PON XX Papua.


"Saya hanya membantu sesuai kemampuan saya, semoga masih banyak orang di luar sana yang ingin membantu agar kondisi miris yang dialami Susanti teratasi," jelasnya.


Penyerahan bantuan kepada Susanti. Merdeka.com/ananias petrus


Selain membangun rumah bagi Susanti, Vian juga memberikan bantuan tambahan berupa penggantian uang tiket, yang digunakan Susanti maupun pelatihnya Angga Silitonga selama mengikuti PON XX di Papua.


"Saya akan mengganti uang tiket, ala kadarnya karena atlet yang berusaha dan mengeluarkan uang pribadi adalah upaya kepedulian terhadap olahraga NTT," ujarnya.


Vian berharap Susanti Ndapataka dan Angga Silitonga terus mengembangkan kemampuan mereka, agar tidak hanya sampai ke tingkat PON tapi bisa berlanjut ke Sea Games maupun event internasional lainnya.


Fasilitas latihan bagi Kupang Muathay Camp juga akan diperjuangkan. Vian menyadari kesuksesan tersebut tidak terlepas dari peran pelatih dan kondisi sasana.

"Kita dorong, kita akan berusaha mencari dukungan agar sasana atau camp latihan mereka bisa diperbaiki demi melahirkan atlet tangguh lainnya," tutup Vian.


Susanti menyampaikan terima kasih kepada semua orang yang telah memperhatikannya. "Saya minta terima kasih kepada semuanya karena, semoga kita semua diberkati Yang Maha Kuasa," ucapnya.


Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) membantah jika membiarkan atlet peraih medali emas itu menumpang mobil pikap. Mereka menyatakan mobil telah disiapkan tim dari Dinas Pemuda dan Olahraga, namun Susanti dan pelatihnya memilih menumpang pikap yang disediakan tim Muaythai Kupang dan Laskar Timor Indonesia.


Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi menjelaskan, jemputan resmi seluruh atlet yang berlaga di PON XX Papua akan dilakukan pada 17 Oktober mendatang.


"Secara resmi tanggal 17 Oktober, kita sudah pertemuan di sana bahwa bagi atlet-atlet yang pulang lebih dulu, silakan koordinasi dengan cabor (Cabang olahraga) masing-masing," jelasnya, Kamis (7/10).


Josef mengaku telah menelpon Kadispora NTT untuk menjemput Susanti dan pelatihnya Angga di Bandara El Tari. Namun karena sang pelatih menginformasikan sudah dijemput tim Muaythai Kupang dan Laskar Timor Indonesia, mobil yang telah disediakan tidak jadi digunakan.


"Pak Angga punya teman-teman namanya Laskar Timor Indonesia yang merasa senang, sehingga datang menjemput. Maka apa yang dipersiapkan oleh Pemda, Pak Angga bilang sudah ini ada teman-teman saya yang sudah menyiapkan kami keliling kota dulu, jadi perhatian pemerintah itu ada," ungkap Josef.


Pelatih Susanti, Angga Silitonga menyatakan bahwa kejadian kemarin tidak seperti yang diberitakan. Menurutnya, pemerintah provinsi ada perhatian dengan jemputan hanya pemberitaan dipelintir.
Susanti juga membenarkan bahwa mereka dijemput pemerintah provinsi, namun karena teman-teman Kupang Muaythai Camp dan Laskar Timor Indonesia telah menjemput menggunakan mobil pikap.


"Kita sudah diinformasikan teman-teman dari jauh-jauh hari akan jemput kita di Kupang, jadi kita fix dengan mereka untuk dijemput pakai mobil itu," tutupnya.



Sumber: Merdeka.com

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment