Nafaznews.com - Entah dimana lagi nenek Sunggu harus meratap. Rumah yang menjadi harta berharga satu-satunya kini telah lenyap. Berubah menjadi arang lalu lenyap tertiup angin.
Nenek Sunggu yang kini memasuki usia 55 Tahun, hanya bisa mengharap balas kasih dermawan setelah rumahnya dilalap sih jago merah, di Dusun Balumbung Desa Jojjolo, Kecamatan Bulukumpa, Minggu (28/10/2018) petang tadi.
Nenek Sunggu mengaku, Ia sempat memasak pada sore hari untuk persiapan makan malamnya. Usai memasak Ia lalu memadamkan api di dapur dengan menyiramnya air.
"Sudahji kumatikan baru kerumahnya Perai (Pamannya) menonton. Tidak lama saya lihatmi terbakar," Ujarnya sendu.
Di depan matanya, rumahnya dikobar api, perlahan namun pasti api menghabiskan puing demi puing rumahnya yang hanya berukuran 12 meter persegi itu.
Yang membuatnya semakin merintih, tak ada harta yang ada di dalam rumah yang mampu diselamatkan. Harta berharganya saat ini hanya sepasang baju dan selembar sarung yang melekat ditubuhnya.
"Di dalam rumah ada beras 50 liter, HP pemberian keponakannya, identitas diri berupa KTP dan KK, sarung 7 lembar, uang Rp200 Ribu," kata kepala desa Jojjolo, Hj Marniati kepada rakyatku.com.
Marniati mengaku, selama ini Nenek Sunggu hanya tinggal sebatang kara. Ia memang belum menikah hingga kini usianya menginjak 55 tahun. Selama ini hidupnya banyak bergantung pada orang lain. Termasuk bantuan beras eastra dari pemerintah setempat.
"Jadi tahun lalu itu rumahnya dapat bantuan dari Dinas Sosial berupa kayu dan atap seng, sayangnya kini sudah hangus semua," ujar Marniati kembali.
Untuk saat ini, Nenek Sunggu hanya bisa menginap di rumah pamannya, sembari menanti bantuan dan uluran tangan. Bantuan yang paling diharapnya ialah, pakaian, makanan dan bangunan rumah untuk tempatnya tidur dan menghabiskan waktu hingga Tuhan menjemputnya.
Sumber: Rakyatku.com

Posting Komentar untuk "Nenek Sunggu, Nenek Sebatang Kara Menangis Usai Rumahnya Terbakar"
Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat