zmedia

Polisi Buru Penyebar Hoaks Adopsi Anak Korban Gempa Palu di Makassar

Nafaznews.com - Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) bekerjasama dengan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri memburu penyebar informasi hoaks tentang anak korban gempa Palu butuh orangtua untuk diadopsi.

Informasi hoaks itu menyebutkan adopsi anak korban gempa dan tsunami asal Sulawesi Tengah yang mengungsi di posko Akar Panrita Mamminasata, Makassar butuh orangtua.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, pihaknya sedang berkoordinasi dengan tim cyber Bareskrim untuk mengejar pelaku yang menyebarkan informasi hoaks itu.

"Termasuk penyebar hoaks tentang anak korban gempa Palu butuh segera orangtua adopsi," kata Dicky kepada Okezone, Minggu (7/10/2018).

Sebelumnya, Tim Cyber Polda Sulsel telah menangkap seorang pengguna Facebook yang menyebar informasi hoaks soal gempa susulan di Sulsel.

Pelaku inisial AIS (17) seorang pelajar SMK warga Kabupaten Jeneponto itu pun ditangkap. Di mana pelaku mengunggah gambar dan tulisan yang berisi himbauan agar warga Sulsel tidak terlalu nyenyak tidurnya.

Ditulisan postingannya itu palaku menyebut dikarenakan bendungan Bili-bili di Kabupaten Gowa retak akibat gempa.

"Awalnya pelaku terdeteksi di Bantaeng. Nomor pelaku sudah tidak aktif lagi sehingga dilakukan analisa berdasarkan nomor WhatsApp yang bersangkutan dan kemudian ditemukan keberadaannya di Kabupaten Jeneponto," kata Dicky

Sekaitan dengan itu, Polrestabes Makassar juga memburu penyebar hoaks soal anak korban gempa butuh orangtua untuk diadopsi.

Kasubag Humas Polrestabes Makassar, AKP Diaritz Felle mengatakan sejauh ini baru satu yang sudah terdekteksi. Namun pelaku itu turut menjadi korban lantara nomor HP-nya dicantumkan di dalam pesan itu.

"Iya kemarin ada satu tapi dia tidak kami tahan. Kami cari pelakunya. Pesan informasi itu mencantumkan sebuah nomor kontak," kata Diaritz.

Posting Komentar untuk "Polisi Buru Penyebar Hoaks Adopsi Anak Korban Gempa Palu di Makassar"