zmedia

Cuaca Ekstrem, 28 Rumah di Bogor Rusak Diterjang Angin Kencang

Nafaznews.com - Sedikitnya 28 rumah di tiga kampung yang terdapat di Desa Sukamakmur, Ciomas, Kabupaten Bogor rusak berat dan ringan diterjang angin kencang. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, puluhan rumah yang rusak itu tersebar di Kampung Dukuh sebanyak 21 unit, Kampung Ciapus (5 unit) dan Kampung Baru (2 unit).

Salah satu pemilik rumah yang alami kerusakan, Muhammad Subkian Azhary mengatakan, sebagian dinding kamar anaknya hancur akibat hempasan angin kencang mengatakan saat itu hujan deras disertai angin kencang pada pukul 16.30 WIB, Rabu 31 Oktober 2018.

"Saat kejadian kita lagi ngumpul di bawah. Tiba-tiba hujan angin yang begitu kencang merusak atap seng kamar lantai dua. Bahkan temboknya juga hancur," ujarnya saat ditemui wartawan, Kamis (1/11/2018).

Ia mengungkapkan peristiwa angin kencang itu berlangsung selama 12 menit. Awalnya kecil dulu, tapi lama-kelamaan membesar yang arahnya dari sawah kosong, setelah itu langsung menghantam rumah.

Kapolsek Ciomas, Kompol Ronny Mardiatun menjelaskan hingga saat ini , pihaknya bersama petugas BPBD Kabupaten Bogor langsung mendatangi lokasi dan melakukan penanggulangan.

“Dari 28 itu, delapan rumah kondisinya rusak berat. Sementara ada juga rumah yang rusak ringan di bagian atap. Rumah yang rusak berat itu tercatat milik Siti Nurjanah, Suparto, Sanusi, Hamid, Enjat, Lili, Kusnadi, dan Sobari. Meski demikian tak ada korban jiwa dalam kejadian itu," ungkapnya.

Sebelumnya, BMKG telah memprediksi dan mengimbau masyarakat untuk  mewaspadai peralihan musim (pancaroba) yang dapat menimbulkan angin kencang dibarengi hujan es.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Dede Armansyah mengaku pihaknya sudah menerima rilis pemberitahuan BMKG dan akan ditindaklanjuti.

"Karena musim hujan sudah dimulai sejak Oktober dan memasuki puncaknya pada Februari 2019, kita akan melakukan kesiapan dengan mengerahkan personel untuk standby," katanya.

Terkait fenomena awan Cumulonimbus pada akhir Oktober 2018 nanti, pihaknya juga akan secepatnya memberi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

"Hal itu karena hujan yang terlalu lebat dan turun dalam waktu yang cukup lama bisa memicu pergerakan tanah yang bisa mengakibatkan bencana tanah longsor," terangnya.

Seperti biasa, tuturnya, setiap memasuki musim hujan, pihaknya akan mengeluarkan peringatan kesiapsiagaan untuk seluruh kecamatan (40 kecamatan, red) se-Kabupaten Bogor. "Surat peringatan itu sudah dikeluarkan sebagai informasi kepada warga agar selalu waspada," ujarnya.


Sumber: Sindonews.com

Posting Komentar untuk "Cuaca Ekstrem, 28 Rumah di Bogor Rusak Diterjang Angin Kencang"