zmedia

Mahasiswi S2 Ini Ditemukan Gantung Diri di Aula Kampusnya

Nafaznews.com - Suatu hari di bulan Maret 2018, perkuliahan sudah berlangsung. Xinyu Wang (23), belum juga muncul. Staf kampus Lancaster University lantas khawatir. 

Bersama para petugas keamanan, staf membongkar pintu aula. Di situ kaki Wang terlihat menjuntai. Sebuah tali di lehernya, membuat lidahnya terjulur keluar.

Petugas keamanan kampus segera menurunkannya. Mereka memeriksa nadinya. Terlambat. Mahasiswa S2 Akuntansi itu, telah tiada.

Wang memang tengah dilanda depresi. 22 bulan sebelum gantung diri, dia pernah memotong urat nadinya dengan pisau.

Beruntung saat itu, dia sempat diselamatkan.

Rakyatku.comKampus Lancaster University

Wang takut mengambil tablet anti-depresi. Pasalnya, itu akan dilihat sebagai aib utama bagi keluarganya.

Wang percaya, penyakit mental akan dianggap sebagai tidak pantas secara budaya di negara asalnya Tiongkok, dan menyembunyikan penyakitnya dari orang tuanya di Shanghai dan menolak pengobatan.

Wang adalah anak satu-satunya. Kebijakan pemerintah Tiongkok, populasi sangat dikontrol dengan kebijakan satu anak yang diperkenalkan sejak 1979.

Wang terdaftar di Lancaster University pada 2017, dan sedang belajar akuntansi dan manajemen keuangan.

Psikiater Dr Charlotte Busby mengatakan pada pemeriksaan Lancaster: "Dia memiliki pikiran negatif dan mengatakan dia tidak ingin berada di sini. Kami melihat pekerjaan terapeutik dan kami berbicara tentang berbagai jenis antidepresan, dan bagaimana mereka bekerja."

Duta Besar Tiongkok, Zhang Zuo yang menghadiri pemeriksaan atas nama keluarga Wang mengatakan: "Para orangtua merasa mereka seharusnya tahu apa yang terjadi. Di Tiongkok, keluarga hanya dapat memiliki satu anak, seperti keluarga ini. 

"Ayahnya tidak bisa menghadapi ini, dan ini benar-benar telah menghancurkan keluarga ini. Orangtuanya masih ingin tahu mengapa mereka tidak tahu sampai kematiannya."

Merekam kesimpulan dari bunuh diri, koroner Richard Taylor mengatakan: "Nona Wang adalah seorang wanita muda yang bermasalah, dan pihak berwenang menjadi sadar akan kesulitannya.

"Sebagai orang tua, saya merasa ini sulit dimengerti, tetapi pihak berwenang juga didorong oleh kenyataan bahwa dia tampaknya menjadi lebih baik. Universitas memiliki tanggung jawab terhadap masing-masing dan setiap siswa mereka. Universitas terus mengawasinya, mengawasinya, mendorongnya dan berbicara padanya," ujarnya.


Sumber: Rakyatku.com

Posting Komentar untuk "Mahasiswi S2 Ini Ditemukan Gantung Diri di Aula Kampusnya"