![]() |
| Wakil Presiden Taiwan Chen Chien-jen. (Foto: AFP) |
NAFAZNEWS.COM - Taiwan merupakan salah satu negara yang efektif menekan angka penyebaran virus korona (covid-19). Meski berlokasi sangat dekat dengan Tiongkok, Taiwan hanya mencatat total 420 kasus dengan 6 kematian akibat covid-19 per hari ini, Minggu 19 April 2020.
Apa sebenarnya resep sukses Taiwan dalam memerangi penyebaran covid-19? Wakil Presiden Taiwan Chen Chien-jen menyebutkan bahwa respons cepat dan tepat merupakan hal krusial dalam menghadapi wabah atau pandemi apapun, termasuk covid-19.
Menurut Chen, Taiwan mampu menangani covid-19 dengan baik karena telah banyak belajar dari pengalaman terdahulu saat berlangsungnya wabah Sindrom Pernapasan Akut Berat atau SARS di tahun 2003.
"Kami telah banyak belajar mengenai mengambil tindakan secara hati-hati dan bijaksana, melakukan respons cepat, dan juga pengerahan (sumber daya) secara dini," ungkap Chen dalam wawancara bersama Telegraph.
"Sangat penting untuk memonitor kemunculan penyakit menular, terutama di kawasan ini karena kami berlokasi dekat dengan Tiongkok," lanjut pria tersebut, yang juga merupakan seorang pakar epidemi.
Covid-19 pertama kali muncul di kota Wuhan, provinsi Hubei, Tiongkok, pada akhir Desember 2019. Virus itu kini telah menyebar di lebih dari 200 negara dan wilayah.
Total infeksi covid-19 di kancah global kini telah melampaui 2,3 juta dengan 160 ribu lebih kematian dan hampir 600 ribu pasien sembuh.
Saat covid-19 mulai masuk ke Taiwan, Chen mengatakan pihaknya langsung mengumumkan peringatan perjalanan (travel alert) dan juga mengoptimalkan karantina perbatasan untuk mengidentifikasi kasus impor. Kala itu, Taiwan mengkarantina semua orang yang berasal dari kota Wuhan.
"Saat wabah SARS, kami menyadari bahwa rumah sakit biasa tidaklah cukup, jadi kami meningkatkan sistem kesehatan untuk menghadirkan ruang isolasi dan jaringan pusat penanganan penyakit menular. Strategi ini harus direncanakan sebelum terjadinya wabah," sebut Chen.
Chen menekankan bahwa pasokan alat pelindung diri (APD) juga merupakan hal krusial dalam penanganan wabah. Belajar dari wabah SARS, Taiwan terus menggenjot produksi APD termasuk masker wajah N95 sejak 2003.
"Saat ini kami mampu memproduksi lebih dari 13 juta APD per hari, dan berencana meningkatkannya hingga 15 juta," kata Chen seperti dimuat medcom.id.
Selain itu, Taiwan juga telah membangun Pusat Komando Epidemi Nasional. Menurut Chen, pusat komando seperti itu merupakan hal penting karena penanganan wabah melibatkan lintas kementerian dan instansi. Ia menyebut bahwa seluruh elemen bangsa harus terlibat dalam perang melawan wabah.
"Tidak pernah ada kata terlalu telat untuk mengendalikan wabah apapun di semua negara. Masih ada banyak kesempatan bagi negara-negara di luar sana untuk mengadopsi strategi yang baik," pungkas Chen.

Posting Komentar untuk "Belajar dari SARS, Taiwan Mampu Tekan Penyebaran Covid-19"
Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat