![]() |
| Belva Devara |
NAFAZNEWS.COM - Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo, Adamas Belva Syah Devara, sebaiknya menerima tantangan debat terbuka dari ekonom Indef, Bhima Yudhistira.
Sebab, dialektika yang terjadi akan menunjukkan kepada publik tentang kapasitas keduanya. Sekaligus membuka 'ruang gelap' proses politik dalam mengelola keuangan negara terkait Kartu Prakerja.
Demikian disampaikan Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Senin (20/4).
"Terima saja (tantangan Bhima Yudhistira). Malah bagus jadi pembelajaran untuk semua. Dapat jadi ajang untuk menunjukkan kapasitas diri," ujar Mardani Ali Sera.
"Tantangan Bhima Yudhistira baik bagi terwujudnya ruang publik yang akuntabel. Karena (debat terbuka) membuka ruang gelap dari proses politik yang melibatkan keuangan negara termasuk beberapa kebijakan negara yang menjadi perhatian publik," sambungnya.
Lebih lanjut, Mardani Ali Sera menegaskan bahwa pertarungan intelektual antara Belva Devara dengan Bhima Yudhistira bisa menjadi pembuktian agar setiap ucapan dan sikap mesti bisa dipertanggungjawabkan.
"Ini menjadi pelajaran bagi siapapun, apalagi penyelenggara negara untuk punya etika dan mampu bertanggung jawab atas setiap tindakannya," pungkasnya.
Seperti diketahui, Bhima Yudhistira mengajak Belva yang juga CEO Ruangguru tersebut melakukan debat terbuka terkait tema Kartu Prakerja, konflik kepentingan, oligarki milenial, serta permasalahan bangsa lainnya di tengah Covid-19.
Kartu Prakerja yang digagas pemerintah ini memang menyisakan kontroversi. Mengingat, program tersebut menelan anggaran pelatihan senilai Rp 5,6 triliun. Di mana untuk pelatihannya menggunakan aplikator Ruangguru yang diketahui dimiliki Belva Devara.
Artikel ini telah tayang di Rmol.id

Posting Komentar untuk "Belva Devara Sebaiknya Terima Tantangan Bhima Yudhistira"
Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat