Mengenang Riyanto, Banser yang Berkorban Demi Jemaat Gereja Eben Haezer



Malam Natal 2000 di Gereja Eben Haezer, Mojokerto, Jawa Timur, berakhir tragis. Tapi malam itu menyisakan kisah Riyanto.


Riyanto adalah salah satu anggota Banser yang ditugaskan untuk ikut menjaga pelaksanaan misa Natal di Gereja Eben Heazer.


Itu adalah hari ke-28 Ramadhan. Demi tugasnya itu, Riyanto pun melewatkan buka puasa bersama keluarganya.


Selain berpamitan kepada ibunya, Riyanto juga berpesan tidak akan pulang.


Pria yang saat itu berusai 25 tahun tersebut ingin beriktikaf di masjid selepas tugas menjaga gereja.


Di gereja itu, Riyanto berbuka puasa dan shalat bergantian dengan anggota Banser lainnya.


Peristiwa mengerikan itu terjadi sekitar pukul 19.45 WIB.


Saat itu, seorang jemaat kebaktian melihat ada tas mencurigakan yang tergeletak di bawah telepon umum depan gereja.


Begitu diketahui bahwa tas tersebut berisikan bom, para jemaat gereja pun langsung berlarian menyelamatkan diri.


Tapi tidak Riyanto. Ia malah mengambil tas berisi bom itu, memeluk bom dan membawa lari menjauh.


“Tiarap…..!” teriak Riyanto kala itu.


Bom itu hendak dilemparkan Riyanto ke selokan.


Tapi nahas, bom itu lebih dulu meledak di pelukannya. Riyanto pun tewas seketika dengan tubuh tercerai berai.


Tubuhnya pun terpental sampai sejauh 30 meter akibat daya ledak bom yang sangat kuat.


Beberapa orang terluka akibat terkena serpihan bom itu. Salah satunya adalah rekan sesama anggota Banser, Amir.


Tapi, jemaat gereja selamat.


Sejak saat itu, Riyanto pun dinobatkan publik sebagai pahlawan toleransi.


Riyanto adalah sosok Muslim yang mengorbankan nyawanya demi keselamatan dan nyawa saudara Kristiani-nya.


Riyanto pun menjadi contoh keteladanan dan jiwa patriotisme yang menjadi inspirasi.


Khususnya di tengah kalangan Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser NU di Indonesia.


Hari gugurnya Riyanto pun selalu dikenang.


Selain doa bersama dan mengenang jasa Riyanto, anggota GP Ansor dan Banser dari beberapa daerah ini juga menggelar Kirab Panji Kehormatan.


Dilanjutkan berziarah ke makam dan bersilaturahmi ke kediaman Riyanto di Kelurahan Prajurit Kulon.


Atas jasanya, Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas memberikan gelar Riyanto sebagai pejuang kerukunan umat beragama.


Kisah itu pula yang kembali diunggah pegiat media sosial Denny Siregar melalui akun Twitternya.


“Salam hormat untuk almarhum Riyanto..” tulis Denny Siregar, Kamis (24/12/2020) malam.




sumber: pojoksatu.id

Comment

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Previous Post Next Post
close