-->

Type something and hit enter

author photo
By On

 

Ilustrasi

Tempat perlindungan hewan seharusnya merawat dan melindungi hewan liar terutama hewan yang terancam punah. Tetapi tidak untuk tempat penampungan hewan asal China yang satu ini.


Qinhuangdao Wildlife Rescue, tempat perlindungan satwa liar asal China, disebut telah membedah tubuh harimau yang terancam punah dan menjualnya sebagai produk.


Berita ini datang dari seorang pelapor pelanggaran yang membagikan informasi tentang operasi yang dilakukan Qinhuangdao Wildlife Rescue kepada Yayasan Keanekaragaman Hayati dan Pembangunan Hijau China (CBCGDF), yang kemudian tersebar secara luas di lama situs Weibo.


" Baru-baru ini, kantor penelitian politik asosiasi kami menerima laporan dari seseorang tentang operasi penjualan produk yang berasal dari hewan liar langka dan terancam punah di Qinhuangdao Wildlife Rescue. Pusat Penyelamatan Satwa liar tersebut melakukan perdagangan ilegal hewan liar kelas 1 dan 2," tulis CBCGDF di laman situ Weibo, dikutip dari World of Buzz.


Tempat penampungan hewan liar itu, dikatakan telah menjual bulu hewan yang terancam punah seharga 79 ribu pounds atau sekitar Rp1,5 miliar per potong. Selain itu, mereka juga mengolah tulang dari harimau untuk dijadikan obat tradisional.



Ini bukan kali pertama tempat penampungan tersebut dituduh melakukan tindakan keji. Badan Investigasi Lingkungan (EIA)sudah mengetahui hal tersebut sejak tahun 2007.


" Jika memang gambar penjualan produk hewan langka itu berasal dari Wildlife Rescue, kami tidak kaget. Pada tahun 2007, kami menemukan bahwa mereka juga menjual wine dari tulang harimau dan pada tahun 2012 kami juga menemukan mereka membuat karpet kulit harimau" tulis EIA di laman Weibo mereka.


Badan Investigasi Lingkungan (EIA) juga menyatakan, Qinhuangdao Wildlife Rescue tidak beroperasi sebagai perusahaan ilegal. Mereka memiliki izin penuh dari pemerintah untuk mendapatkan keuntungan dari perdagangan harimau.




Pemerintah China memang menutup mata dari kasus ini karena direktur dari Qinhuangdao Wildlife Rescue, disebut pernah menyajikan hidangan daging harimau sebagai makanan eksotis.


Perdagangan ilegal yang didukung pemerintah, disorot dalam brosur promosi Qinhuangdao Wildlife Rescue yang menyatakan, penggunaan benda taksidermi sebagai dekorasi rumah adalah cara modis untuk menunjukkan status yang lebih tinggi.


" Setelah kami mendapatkan kulit harimau tersebut, kamu akan menyimpannya terlebih dahulu sebelum diolah. Siapapun dapat membeli kulit tersebut dan banyak orang kaya yang sudah menawar, dan siapapun juga dapat menjual kembali kulit tersebut," tutur staf dari tempat penampungan satwa liar tersebut.





sumber: dream.co.id

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment