Crazy Rich Dadakan, Dapat Gusuran, Warga Ramai-Ramai Borong 172 Mobil Baru

 


NAFAZNEWS.COM - Hingga saat ini, tercatat ada 176 mobil baru yang dibeli warga desa setempat sejak mereka menerima uang ganti rugi penjualan lahan.

Lahan itu untuk pembangunan kilang minyak. Seorang warga ada yang membeli 2 sampai 3 mobil dengan menggunakan uang tersebut.

Berikut video deretan mobil baru yang dibeli oleh warga yang beredar di media sosial Instagram.

Kepala Desa Sumurgeneng, Gianto saat dikonfirmasi awak media mengatakan, memang benar bahwa sejumlah warga di desanya membeli mobil baru.

Menurutnya, mobil tersebut dibeli warga menggunakan uang yang berasal dari ganti rugi lahan untuk proyek kilang minyak.

“Ya, pembeliannya berkelompok. Kemarin ada 17 mobil yang dibeli dan semuanya baru. Semua mobil merk Toyota,” ujar Gianto.

Para warga telah mengambil uang ganti rugi lahan melalui proses penetapan konsinyasi di Pengadilan Negeri (PN) Tuban.

“Warga telah mengambil uang ganti rugi lahan. Sebagian uangnya digunakan untuk membeli mobil,” jelas Gianto.

Gianto menjelaskan, hingga saat ini tercatat ada 176 mobil baru yang dibeli warga di desanya sejak mereka menerima uang ganti rugi itu.

Menurutnya satu warga ada yang membeli 2 sampai 3 mobil dengan menggunakan uang tersebut.

“Ada sekitar 176 mobil baru yang dibeli warga, itu belum yang mobil bekas. Warga membeli dengan menggunakan uang dari pembebasan lahan proyek kilang tersebut. Satu orang ada yang beli dua sampai tiga mobil,” kata Gianto.



Gianto juga menyampaikan bahwa di Desa Sumurgeneng ini ada sekitar 280 warga atau pemilik lahan yang terdampak proyek kilang minyak itu.

Semua warga telah setuju lahannya di jual untuk pembangunan proyek Nasional tersebut.

“Semua warga Sumurgeneng telah setuju lahannya dijual untuk pembangunan kilang minyak,” kata Gianto.

Harga ganti rugi lahan milik warga rata-rata berkisar Rp 680 ribu per meter persegi.

“Harga ganti rugi lahan disini sekitar Rp600 ribu dan tertinggi Rp800 ribu per meter persegi,” katanya.

Ia menjelaskan, rata-rata warga Desa Sumurgeneng mendapatkan uang ganti rugi lahan untuk proyek pembangunan kilang minyak sebesar Rp 8 miliar.

Selain itu, ganti rugi yang diterima warga paling sedikit di desa yang dipimpinnya ada sekitar Rp 35 juta dan paling banyak Rp 28 miliar.

“Paling banyak sekitar 28 miliar rupiah, itu orang Surabaya yang sudah lama memiliki lahan disini,” kata Kades Gianto.

Lebih lanjut Gianto menuturkan bahwa 90 persen warga yang mendapatkan uang ganti rugi lahan proyek kilang minyak untuk membeli mobil.

Kemudian, sekitar 75 persen warga yang menerima uang itu dibelikan tanah lagi dan 50 persen warga digunakan untuk renovasi rumahnya.

“Kalau untuk usaha sangat kecil. Rata-rata mereka ingin menikmati dulu,” kata Gianto, seperti dikutip dari Kumparan.

Untuk diketahui, Kilang Tuban atau New Grass Root Refinery (NGRR) ditargetkan beroperasi pada 2024.

Tempat itu dibangun di atas lahan seluas 1.050 hektare yang tersebar di tiga desa, yaitu Desa Kaliuntu, Desa Wadung, dan Desa Sumurgeneng, Kec. Jenu,

Termasuk lahan milik Perhutani dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Dengan total 821 hektare lahan darat dan sisanya lahan reklamasi laut.


sumber berita antvklik.com

Comment

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Previous Post Next Post
close