-->

Type something and hit enter

author photo
Editor On

 

TNI-Polri saat terjun ke lokasi penyerangan oleh Suku Tugutil yang menewaskan 3 penambang emas. iNews TV/Ismail

NAFAZNEW.COM - Tujuh warga Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara diserang orang tak dikenal saat hendak menuju ke lokasi tambang emas, Sabtu pekan lalu. Dari penyerangan ini, sebanyak tiga warga tewas terkena busur panah serta luka sayatan senjata tajam dan empat lainnya berhasil lolos.


Setelah mendapat informasi dari sejumlah warga yang selamat dari penyerangan orang tak dikenal, Personel gabungan dari TNI- Polri bersenjata lengkap bersama warga, langsung terjun ke lokasi kejadian/ di Sungai Gowenly KM 05 Desa Masure, Kecamatan Patani Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, guna melakukan penelusuran terkait kasus penyerangan tersebut.


setibanya di lokasi kejadian, petugas berhasil menemukan tiga warga dalam kondisi tidak bernyawa dan sudah membusuk di lokasi yang berbeda.


Ketiganya yakni Risno dan Ucu, warga Desa Tepelo, Kecamatan Patani Utara serta Masani warga Desa Masure, Kecamatan Patani Timur. Mereka tewas terbunuh oleh orang tak dikenal yang diduga merupakan suku pedalaman (Tagutil). Selanjutnya, ketiga korban tewas langsung dievakuasi dari hutan menuju ke kampung.


Sementara, untuk korban yang selamat dari penyerangan tersebut sebanyak empat orang yakni, Jahid, Marsawan, Anto dan Kopda Moh Jen Tehuayo yang merupakan anggota Babinsa Desa Maliforo Koramil 1512-02, Kecamatan Patani.


Diketahui, pembunuhan tersebut terjadi pada hari Sabtu (20/3/201) pekan lalu. Dimana peristiwa tersebut berawal saat Marsawan bersama enam warga lainnya berangkat dari Desa Tepeleo menuju ke lokasi pertambangan dengan tujuan mendulang emas.


Setibanya di sebuah pertigaan jalan menuju ke KM 05 Desa Masure, Kecamatan Patani Timur, kemudian mereka melanjutkan perjalanan menuju ke arah Sungai Gowenly, namun dalam perjalanan tiba-tiba mereka mendapat serangan misterius dibalik pepohonan dengan busur panah di tengah hutan. 


Karena panik, mereka berlari menyelamatkan diri secara terpisah. Akan tetapi, tiga warga tewas terbunuh dengan busur panah tertancap di tubuh para korban dan kini sudah dimakamkan oleh keluarga mereka masing-masing.


Sementara itu, empat orang lainnya berhasil selamat dari serangan orang tak dikebal tersebut, dan saat ini masih menjalani perawatan medis di Puskesmas Patani, karena mengalami sejumlah luka serta trauma. Baca Juga: Nunggak Tagihan, PLN Putus Listrik Musala Ini.


Pihak Polres Halmahera Tengah saat ini masih mendalami kejadian itu. "Dari hasil keterangan para korban, mereka diduga diserang oleh Suku Tugutil yang mendiami hutan Halmahera," ujar Kapolres Halmahera Tengah AKBP Nico A Setiawan.


 


 


Sumber: Sindonews.com


Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment