-->

Type something and hit enter

author photo
By On

 

Bima Arya saat bersaksi dalam sidang Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur /jpnn.

NAFAZNEWS.COM - Bima Arya membalas pedas tudingan Rizieq Shihab yang mencap dirinya pembohong saat gelar sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada Rabu lalu, 14 April 2021.


Menurut wali kota Bogor itu, apa yang ia lakukan adalah murni tugas sebagai ketua satgas Covid-19, bukan karena adanya unsur politik.


"Itu tidak ada faktor politik. Tidak ada faktor-faktor yang lain, tekanan, murni hanya melindungi warga," jelas Bima Arya, dikutip terkini.id dari Voi pada Kamis, 15 April 2021.


Saya mnjalankan tugas saya supaya warga Bogor itu tidak terpapar. Jauhlah dari tekanan atau unsur politik, betul-betul unsur kesehatan," sambungnya. 


Seolah tak terima disebut pembohong, Bima Arya justru menyebut bahwa Rizieq Shihab-lah yang berbohong.


Sebab, eks pentolan FPI tersebut mengaku jika kondisinya baik dan sehat, padahal berdasarkan data saat itu, Rizieq telah resmi dinyatakan positif Covid-19. 


"Saya menyatakan bahwa Habib berbohong. Saya katakan bahwa apa yang Habib sampaikan saat di Rumah Sakit UMMI bahwa beliau sehat dan sebagainya itu memang tidak sesuai," ungkap Bima lagi. 


"Soalnya indikasi Covid-nya ada, tim dokter pun kan menyampaikan kepada Habib tadi bahwa di Rumkit UMMI itu antigennya sudah positif dan kemudian indikasi Covid-nya juga ada, ya artinya memang tidak sehat."


Dengan alasan itu, maka Bima beranggapan bahwa petugas Satgas wajib mengantongi hasil swab tes Rizieq Shihab.


Adapun data itu nantinya akan dijadikan sebagai pedoman dalam menentukan langkah selanjutnya.


"Ini yang kita antisipasi. Ini penting, kenapa? Karena saya harus memutus rantai penularan apa pun itu," tegas Bima. 


"Nah, bagi saya bukan mengumumkan hasil PCR nya, bukan. Bukan ingin tahu mengumumkan namanya, bukan," lanjutnya. 


"Tapi paling tidak, protokolnya saja. Kan setiap hari saya harus tau probable, posible terkonfirmasi berapa, suspect berapa."


Bima Arya lantas melanjutkan bahwa apa pun  itu, seharusnya memang dilaporkan karena semuanya memiliki treatment yang berbeda. 


"Kalaupun Habib hanya suspect, ya dilaporkan. Treatment-nya beda. Kalaupun waktu itu Habib masih antigen, dilaporkan saja. Akan ada treatment yang berbeda. Yang penting ada laporannya, bukan hasilnya. Yang penting itu prosesnya, bukan outputnya," pungkas Bima Arya. 


Sebelumnya, Rizieq Shihab memang diketahui melabeli wali kota Bogor, Bima Arya, sebagai pembohong dengan alasan tidak ada kesepakatan yang dilanggar oleh RS UMMI dan Hanif Alatas, menantunya. 


Kesepatan antara tiga pihak tersebut, yakni RS UMMI Bogor akan menyerahkan hasil swab Rizieq Shihab jika sudah rampung.


"Saya bikin pernyataan saja bahwa saksi Bima Arya pada hari ini melakukan kebohongan demi kebohongan," tutur Rizieq dalam persidangan di PN Jaktim.


"Ia berbohong kalau RS UMMI itu melanggar kesepakatan. Dia berbohong lalu mengatakan Habib Hanif itu berbohong melanggar kesepakatan sehingga saya ingin mengatakan tidak ada kesepakatan yang dilanggar. Kesepakatan itu masih berjalan, Yang Mulia," sambungnya.


Menurut Rizieq, RS UMMI memang tidak bisa memberi kepastian perihal kondisi kesehatannya yang dikabarkan terinfeksi Covid-19 lantaran proses pemeriksaan PCR masih berlangsung.


"RS UMMI tidak bisa memberi kepastian karena tes PCR-nya memang dilakukan siang itu. Harus menunggu, tapi yang bersangkutan tidak sabar kemudian melaporkan ke ranah pidana."


Itu sebabnya Rizieq Shihab mencap Bima Arya selaku wali kota Bogor sekaligus ketua satgas Covid-19 sebagai pembohong. 


"Saya minta dicatat Bima Arya wali kota Bogor sekaligus ketua satgas Covid-19 di pengadilan yang suci ini telah melakukan kebohongan di atas kebohongan," pungkas Rizieq tegas. 




sumber terkini.id

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment