-->

Type something and hit enter

author photo
By On

 


NAFAZNEWS.COM - Beberapa waktu belakangan ini, sebuah video ceramah Tengku Zulkarnain atau yang lebih akrab disapa Tengku Zul viral di media sosial dan menjadi pembicaraan hangat publik.


Adapun ceramah tersebut berisi tentang Tengku Zul yang menyinggung masalah warna kulit dan perihal pantas atau tidaknya mereka masuk surga.


Nah, rupanya tak hanya netizen yang menyayangkan isi ceramah Tengku Zul yang terkesan rasis itu.


Baru-baru ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhirnya juga turut buka suara melalui KH Abdullah Jaidi yang menyampaikan bahwa tak semestinya Tengku Zul menyinggung perihal masalah kulit. 


"Tetapi semestinya tak usah disinggung masalah kulit hitam," ujar ketua MUI bidang Pendidikan dan Kaderisasi, yakni KH Abdullah Jaidi, dikutip terkini.id dari detikcom pada Kamis, 15 April 2021.


"Islam tidak membedakan antara kulit putih dan kulit hitam, kecuali dengan takwanya," sambungnya. 


Abdullah lantas menyinggung masalah perubahan warna kulit ketika masuk surga yang dibahas oleh Tengku Zul dalam ceramahnya.


Berbeda dengan Tengku Zul yang seolah memvonis warna kulit orang-orang di surga, Abdullah justru beranggapan bahwa perubahan warna kulit tersebut merupakan wewenang Allah SWT semata. 


"Kalau masalah kulit hitam menjadi putih atau merah, itu adalah wewenang Allah SWT. Intinya menjadi menarik pandangan," imbuhnya.


Dalam ceramahnya, diketahui bahwa Tengku Zul juga menyebut nenek-nenek tidak bisa masuk surga.


Nah, menanggapi itu, Abdullah menduga bahwasanya Tengku Zul kemungkinan mengadopsi pernyataan Rasulullah.


"Mungkin mengadopsi pernyataan Rasulullah kepada ibu-ibu bahwa nenek-nenek tak ada di surga," papar Abdullah.


"Kemudian Rasulullah menggembirakan ibu nenek-nenek yang bersedih dengan Rasulullah mengatakan bahwa yang di dunia nenek-nenek akan berubah wajahnya menjadi muda dan cantik," tutupnya.




sumber terkini.id

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment