-->

Type something and hit enter

author photo
By On

 


NAFAZNEWS.COM - Nama Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti dijagokan menjadi pengganti Nadiem Makarim di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), yang diputuskan dilebur dengan Kementerian Ristek (Kemenristek). 


Bukan pertama kali ini saja Abdul Mu'ti masuk dalam pusaran isu reshuffle kabinet.


Isu reshuffle kabinet menguat seiring peleburan Kemendibud-Ristek dan pembentukan Kementerian Investasi. 


Abdul Mu'ti jadi salah satu yang digadang-gadang memimpin Kemendikbud-Ristek. 


Namun, sebelum ini, Abdul Mu'ti juga hampir tergabung dalam Kabinet Indonesia Maju.


Dirangkum detikcom, Kamis (15/4/2021), Abdul Mu'ti kala itu hampir menjadi Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud). Kala itu, sempat beredar daftar wakil menteri yang bakal dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi). Nama Abdul Mu'ti masuk daftar tersebut.


Dalam pelantikan pada 23 Desember 2020, Abdul Mu'ti tak terlihat hadir. Saat dimintai konfirmasi detikcom, Mu'ti menyatakan tidak bergabung di kabinet. "Tidak. Saya tidak bergabung di kabinet," kata Mu'ti saat itu.


Lewat Twitter, Mu'ti menceritakan awal mula dirinya dihubungi untuk menjabat Wamendikbud. Mu'ti awalnya menyanggupi amanah yang diberikan, namun dia berubah pikiran.


"Tetapi, setelah mengukur kemampuan diri, saya berubah pikiran. Semoga ini adalah pilihan yang terbaik," kata Mu'ti.


Kini nama Abdul Mu'ti kembali muncul di pusaran isu reshuffle kabinet. Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Sunanto menilai Abdul Mu'ti sosok tepat untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia.


"Kalau ada reshuffle, Mas Mu'ti layak untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia," kata Sunanto kepada wartawan, Rabu (14/4).


Lalu, apa kata Abdul Mu'ti soal isu reshuffle kabinet kali ini?


"Menteri itu hak prerogatif Pak Presiden. Saya tidak mau berandai-andai," ucap Abdul Mu'ti.


Sumber Berita: detik.com

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment