-->

Type something and hit enter

author photo
By On

 

 Rizieq Shihab

NAFAZNEWS.COM -  Rizieq Shihab mengakui adanya kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putrinya. Namun, ia mengatakan bahwa hal itu terjadi di luar kesengajaan.


Hal itu ia sampaikan dalam sidang lanjutan perkara kerumunan di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada Senin, 3 Maret 2021.


"Kami mengaku ada kerumunan, ada pelanggaran prokes. Tetapi, saya yakin panitia di luar kesengajaan, tidak punya niat melanggar prokes," ujarnya, dilansir dari VIVA.co.id.


Rizieq mengklaim bahwa pada awalnya, acara berjalan tertib dan sesuai prokes. Namun, semakin lama, kerumunan semakin tak terkendali.


"Pada saat itu, saya tegur panitia melalui mik supaya jaraknya dikembalikan dan sebagainya. Untuk supaya prokes tidak dilanggar. Bahkan, saya sampaikan ke panitia, kalau tidak bisa diatur juga, ya kita jangan sampai lewat tengah malam," ungkap Rizieq


Mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu juga nengklaim bahwa ia telah menganjurkan panitia agar acara dibubarkan bila massa tak dapat diatur.


"Sebaiknya kita pertimbangkan, kalau nggak bisa diatur juga, ya kita bubarkan saja," ujarnya.


Rizieq menyatakan bahwa ia sendiri marah besar kepada panitia atas pelanggaran prokes yang terjadi.


"Karena saat ada yang melanggar prokes, saya yang pertama kali marah kepada mereka. Walaupun itu pun saya juga marah, saya marah besar kepada panitia. Kenapa ini terjadi pelanggaran prokes semacam ini," katanya.


Rizieq juga menyinggung bahwa pihaknya membayar denda setelah disurati pemerintah sebab memang mengakui ada pelanggaran prokes.


"Dan ternyata betul, besok paginya, kami mendapatkan surat dari Pemprov DKI dan kena denda Rp50 juta. Kami terima denda itu karena kami mengakui, pelanggaran prokes itu memang terjadi. Kami tidak pernah mengingkari," jelasnya.


Bukan hanya bayar denda, Rizieq juga menyebut bahwa pihaknya telah menyampaikan penjelasan dan permohonan maaf atas kejadian tersebut.


"Bahkan kami di situ saya buat rekaman, video, kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat Jakarta dan nggak sampai di situ, kami batalkan semua acara," ungkapnya.



sumber terkini.id

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment