-->

Type something and hit enter

author photo
By On

 


NAFAZNEWS.COM -  Viral video di media sosial seorang anggota TNI AD diserang di Gerbang Tol Koja Barat, Jakut. Kapendam Jaya menyebut prajurit itu menolong warga sakit.


Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS telah mengklarifikasi mengenai video viral tersebut.


Dalam video viral itu tampak seorang anggota TNI yang sedang mengemudikan mobil dicegat oleh kerumunan atau beberapa orang.


Peristiwa itu terjadi di Gerbang Tol Koja Barat, Jakut.


Dalam video itu, anggota TNI AD diserang beberapa orang.


Namun anggota TNI itu tidak memberikan perlawanan.


Pintu mobil kemudian dibuka warga.


Dalam suara video itu juga disebutkan bahwa TNI diserang.


Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS mengatakan mobil yang dikemudikan anggota TNI itu hendak mengantar orang sakit ke rumah sakit. Mobil dicegat oleh debt collector.


Herwin menyebut anggota TNI itu bernama Serda Nurhadi, Babinsa Ramil Semper Timur II/O5 Kodim Utara.


Peristiwa itu terjadi pada Kamis (6/5/2021) sekitar pukul 14.00 WIB.


“Kurang lebih 10 orang, kemudian di dalam mobil tersebut ada anak kecil dan seorang yang sakit, sehingga anggota Babinsa tersebut berinisiatif untuk membantu dan mengambil alih supir mobil untuk mengantar ke Rumah Sakit melalui jalan Tol Koja Barat,” kata Herwin dalam keterangan kepada wartawan, Sabtu (8/5/2021).


Saat mengambil alih kemudi itu, Serda Nurhadi diserang oleh beberapa debt collector. Mobil kemudian dibawa ke Polres Jakarta Utara.


“Namun dikerubuti oleh beberapa orang debt collector, karena kondisi kurang bagus, maka Serda Nurhadi membawa mobil tersebut ke Polres Jakut dengan diikuti oleh beberapa orang debt collector,” kata dia, sebagaimana dikutip dari Pojoksatu.id.


Herwin mengatakan, Serda Nurhadi berniat membantu warga. Namun dia tidak mengetahui masalah yang dialami oleh penumpang mobil itu.


“Serda Nurhadi sebagai Babinsa terpanggil untuk membantu warga yang sedang sakit untuk di bawa ke RS dan Serda Nurhadi sendiri tidak mengetahui kondisi mobil tersebut bermasalah,” kata dia.


Herwin menekankan bahwa pihaknya tidak bisa memberikan toleransi atas aksi debt collector itu. Herwin melanjutkan peristiwa itu ke ranah hukum.


Herwin menegaskan, Satuan TNI AD khususnya Kodam Jaya, tidak mentolerir atas perlakuan dari pihak debt collector yang secara arogan untuk mengambil paksa kendaraan yang dikemudikan oleh Serda Nurhadi.


“Serda Nurhadi menjalankan tugasnya sebagai Babinsa yang akan menolong warga yang sedang sakit dan memerlukan pertolongan untuk dirawat di Rumah Sakit,” jelasnya.


“Permasalahan ini telah ditangani oleh Pihak Polres Jakarta Utara dan Kodim 0502/Jakut,” kata Kapendam Jaya. 


Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment