-->

Type something and hit enter

author photo
By On

 

Ilustrasi

NAFAZNEWS.COM - Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru, Yosef Dwi Irwan mengajak seluruh masyarakat Riau terutama masyarakat Pekanbaru supaya bijak memilih makanan, obat maupun pangan yang aman, sehat ,dan bermutu.


Yosef mengatakan, makanan, obat dan pangan yang dikonsumsi, hendaknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia dan paling utama telah memiliki izin edar dari BPOM.


Harapan ini disampaikannya dalam acara literasi informasi pangan aman jelang hari kemenangan yang diselenggarakan Forum Pengembangan Kelas Kominfo Riau secara virtual.


"Kita akan meningkatkan lagi pengawasan terhadap makanan ini, jadi mari kita bijak memilih makanan yang sehat dan bermutu," katanya, Kamis (6/5/2021).


Karena wilayah Riau berbatasan langsung dengan negara tetangga, ungkapnya, maka banyak makanan yang beredar tidak memiliki izin BPOM. Seperti permen, aneka bumbu, dan lain sebagainya.


Untuk itu menurut Yosef, ini perlu disampaikan kepada masyarakat karena banyak produk pangan yang belum memiliki izin sehingga keamanannya belum terjamin, oleh karena itu masyarakat diharapkan menjadi masyarakat yang cerdas dengan mencari produk yang sudah memiliki izin edar.


"Masyarakat terus didorong untuk cerdas memilih bahan pangan," katanya.


Ia menambahkan, tips untuk memilih makanan pinggir hendaknya masyarakat memilih makanan yang bersih, tertutup dengan baik sehingga tidak ada hal lain yang menempel di produk pangan yang bisa mengganggu kesehatan.


"Untuk jajanan seperti kue basah, mie dan lainnya, penjual juga harus menerapkan keamanan pangan agar pangannya aman dan bermutu," tuturnya.


Ia menegaskan, jika masyarakat ragu terhadap suatu merek pangan, masyarakat bisa langsung melakukan pengecekan sendiri melalui aplikasi cek BPOM untuk memastikan produk tersebut sudah memiliki izin edar atau belum.


Selain itu, ia juga mengajak masyarakat yang menemukan adanya ketidaksesuaian ataupun penyimpangan dalam label izin edar, silahkan laporkan langsung ke Badan POM Indonesia.


"Tinggal masukkan saja pilihan angkanya yang tertera di kemasan makanan, kalau terdaftar di Badan POM dia akan muncul tapi kalau dia tidak terdaftar maka dia tidak muncul," tutupnya. (mcr)

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment