-->

Type something and hit enter

author photo
By On

 


NAFAZNEWS.COM - Konflik Israel dan Palestina yang sudah berlangsung lebih dari 10 hari mulai menemui titik terang perdamaian.


Melansir BBC, Israel dan Hamas mendekati kesepakatan gencatan senjata untuk mengakhiri pertempuran.


Pertempuran yang dimulai pada 10 Mei ini, menurut Kementerian Kesehatan Palestina, telah memakan 232 korban jiwa, termasuk lebih dari 100 wanita dan anak-anak.


Sementara itu, Israel mengklaim bahwa 150 militannya tewas di Jalur Gaza. Akan tetapi, Hamas tidak membuka data korban jiwa yang tewas dari pejuangnya.


Menurut layanan medis Israel, terdapat 12 orang, termasuk dua anak, telah tewas di negaranya.


Kondisi ini membuat dunia internasional menekan kedua negara untuk mengakhiri permusuhan.


Seorang pejabat senior Hamas mengatakan kepada BBC bahwa dia mengharapkan kesepakatan gencatan senjata dengan Israel untuk waktu satu atau dua hari.


Melansir kantor berita Reuters, sumber keamanan Mesir juga mengatakan bahwa kedua pihak (Israel-Palestina) pada prinsipnya telah menyetujui gencatan senjata.


Sebelumnya, terjadi diskusi antara kedua belah pihak untuk membicarakan wacana gencatan senjata yang dibantu oleh Mesir sebagai mediator.


Melansir Wall Street Journal, sesorang yang terlibat dalam diskusi dengan kedua belah pihak mengatakan bahwa gencatan senjata bisa dilakukan paling cepat hari Jumat, 21 Mei 2021.


"Para pejabat Mesir telah membuat kemajuan dalam negosiasi dengan pemimpin Hamas dan militer Israel, secara pribadi mengakui bahwa mereka hampir menyelesaikan tujuannya," ujarnya pada Kamis, 20 Mei 2021.


Akan tetapi, Menteri Intelijen Israel Eli Cohen menolak laporan gencatan senjata yang dimulai pada hari Jumat.


"Kami akan menyelesaikan operasi ketika kami memutuskan bahwa kami telah mencapai tujuan kami," ujarnya seperti dilansir dari radio publik Kan pada Kamis, 20 Mei 2021.


Pada hari Rabu, 19 Mei 2021, diketahui Presiden Amerika Serikat menelepon Perdana Menteri Israel untuk keempat kalinya sejak konflik dimulai.


Setelahnya, Gedung Putih mengeluarkan pernyataan resmi bahwa Presiden Amerika Serikat telah menyampaikan kepada Benjamin Netanyahu bahwa ia mengharapkan gencatan senjata.


Akan tetapi, pihak Israel belum menyampaikan pernyataan resmi terkait gencatan senjata hingga berita ini diterbitkan terkini.id.


Diketahui Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bertemu dengan kabinet keamanannya untuk membicarakan hal ini.


sumber terkini.id

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment