-->

Type something and hit enter

Editor On
Ustaz Solmed



NAFAZNEWS.COM -  Ibunda Ustaz Solmed, Hj. Salmah Lubis, meninggal dunia setelah dinyatakan positif COVID-19 dan dua tahun mengidap gagal ginjal. Jenazah langsung dimakamkan di pemakaman Al-Azhar, Karawang.


sebelum meninggal dunia, ibu dari ustaz kondang tersebut sempat mengalami kesulitan mendapatkan rumah sakit. Padahal, Hj. Salmah Lubis harus rutin cuci darah dikarenakan gagal ginjal.


Diakui Ustaz Solmed, adanya pandemi virus Corona memang berimbas fatal pada kesehatan sang ibu. Disadari olehnya, amat sulit untuk menjaga orang tuanya itu untuk tidak terpapar virus berbahaya tersebut.


"Dua tahun kurang lebih emak saya sakit gagal ginjal. Jadi selama dua tahun itu Emak selalu cuci darah, seminggu dua kali di rumah sakit. Sampai akhirnya datanglah wabah COVID ini," ungkap Ustaz Solmed.


"Operasi sudah per enam bulan, kadang tiga bulan, pasang lagi CDL, pindah lagi tangan, leher, semua dijalani dengan masyaallah kayak nggak ada apa-apa," kenang Ustaz Solmed.


"Karena cuci darah itu kadang ada pemeriksaan rutin, untuk pasien dengan izin Allah takdirnya Emak kena COVID," sambungnya lagi.


Kondisi keluarga Ustaz Solmed semakin sulit tatkala sang ibunda terpapar COVID-19. Rumah sakit yang biasanya menjadi tempatnya berobat tidak dapat melakukan tindakan. Hal itu membuat Ustaz Solmed harus mencari rumah sakit lainnya di Jakarta.


Demi kesehatan ibunya, Ustaz Solmed akhirnya mencoba menghubungi gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Dia meminta bantuan untuk mendapat informasi rumah sakit yang bisa merawat sang bunda dan melakukan cuci darah.


"Nggak nyangka, begitu ada COVID ternyata sulit orang untuk cuci darah. Saya coba menghubungi Pak Gubernur, Anies Baswedan, makasih Pak Gubernur. Beliau mengarahkan untuk dibawa ke Cengkareng karena di sana ada tempat cuci darah untuk orang-orang yang kena COVID-19," tuturnya.


Meski telah berupaya agar ibunya bisa mendapatkan perawatan medis yang layak, rupanya takdir berkata lain. Sang ibu tutup usia.


"Alhamdulilah (dapat rumah sakit), tapi karena sudah beberapa hari, Emak saya sudah terlambat cuci darah," ungkap Ustaz Solmed.


Ustaz Solmed mengaku pasrah atas takdir yang menghampiri keluarganya itu. "Di hari-hari terakhir Emak saya, saya masih bisa melayaninya seperti biasa dengan baik. Ternyata itu suapan terakhir saya kepada dia, candaan terakhir saya kepada dia. Sampai akhirnya masuk RS, ICU, ventilator, kita tak bisa lagi berinteraksi, dan meninggal dunia," katanya.


Sumber: https://hot.detik.com/

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment