-->

Type something and hit enter

Editor On


Tradisi Pelkudukan/Foto: Ardian Fanani/detikcom


NAFAZNEWS.COM - Warga Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Banyuwangi menggelar Tradisi Pelkudukan. Tradisi bakar kayu ini dipercaya masyarakat sebagai cara tolak bala, agar terhindar dari bahaya.


Tradisi Pelkudukan digelar warga di sepanjang jalan poros desa. Mereka membakar kayu di depan rumah secara serentak, usai digelar salat magrib, Minggu (18/7/2021). Api terlihat menyala di tengah pemadaman LPJU saat PPKM Darurat.


Tradisi tolak bala dengan cara membakar kayu dulu sering dilakukan masyarakat Jawa. Khususnya masyarakat Banyuwangi. Namun saat ini sudah jarang dijumpai karena tergerus modernisasi.


Tokoh masyarakat, Slamet Supriyadi mengungkapkan bahwa tradisi Pelkudukan sama dengan tradisi Daleman yang orang Jawa dulu sering lakukan. Kayu dibakar saat waktu magrib tiba dan dibiarkan begitu saja hingga hari esok, mati dengan sendirinya.


"Zaman dulu pagebluk bisa hilang dengan cara Pelkudukan ini. Kita berikhtiar bersama, selain penerapan prokes, kita juga mencoba tradisi yang dulu pernah ada," ujarnya kepada wartawan.


Tradisi Pelkudukan dulu diyakini bisa mengusir pagebluk atau wabah penyakit. Adanya pandemi COVID-19 mengingatkan masyarakat kembali ke tradisi yang hampir punah ini. Kini masyarakat Boyolangu melakukan tradisi ini.

"Tidak gaya bakar kayu, tapi juga diiringi doa bagi pemilik rumah. Doa agar kita selamat dari mara bahaya termasuk pandemi COVID-19 ini," tambahnya.


Untuk kayu yang dibakar, kata Selamet, tidak ada standarnya. Dirinya pun mengambil kayu sisa kegiatan hajatan beberapa bulan lalu.


"Kayu bakar apa saja. Yang penting doa kepada Tuhan agar selamat. Ini dilakukan secara individu jadi tidak ada kerumunan," tambahnya.


Meski begitu, kata Selamet, untuk selamat di masa pandemi ini, dirinya juga mengingatkan warga agar tidak lupa dengan protokol kesehatan yang ketat. Seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan tidak berkerumun.


"Tradisi tetap dijalankan. Tapi protokol kesehatan ya harus terus dilakukan. Karena kita mencoba tradisi baru dengan protokol kesehatan ini. Tradisi hidup bersih dan selalu menjaga kesehatan," pungkasnya.



Sumber: Detik.com

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment