-->

Type something and hit enter

Editor On
Ilustrasi



NAFAZNEWS.COM -  Tim penyelamat yang mencari pesawat penumpang An-26 yang kehilangan kontak dengan kontrol lalu lintas udara di Timur Jauh Rusia mengumumkan mereka telah menemukan bukti bahwa pesawat itu jatuh . Meski begitu, mereka khawatir tidak akan menemukan korban selamat.


"Kami menemukan puing-puing pesawat," kata Direktur Perusahaan Penerbangan Kamchatka yang mengoperasikan penerbangan, Alexey Khrabrov, kepada TASS hanya beberapa jam setelah pesawat jet Antonov-26 menghilang saat berada di atas Semenanjung Kamchatka seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (6/7/2021).


Dia menambahkan bahwa dia tidak dapat mengatakan di mana dan keadaan pesawat.


"Hanya besok akan ada lebih banyak informasi," ujarnya sambil menambahkan bahwa tim penyelamat berencana menggunakan helikopter untuk mengakses lokasi di mana pesawat itu jatuh.


Menurut Khrabrov, pesawat itu diterbangkan oleh awak muda yang baik dengan pengalaman. Di kokpit, katanya, adalah seorang komandan yang cukup berpengalaman – berusia 35 tahun.


Pesawat turboprop bermesin ganda era Soviet itu diketahui lepas landas dari kota Petropavlovsk-Kamchatsky, ibu kota regional Semenanjung Kamchatka, lebih dari 6.700 km sebelah timur Moskow. Pesawat itu seharusnya mendarat di landasan pacu di kota Palana, tetapi, menurut Kementerian Situasi Darurat, pesawat itu jatuh beberapa kilometer dari bandara.



“Puing-puing pesawat ditemukan di dekat desa Palana. Sebelum kecelakaan, pesawat itu bertabrakan dengan sebuah bukit, yang menyebabkan pesawat hancur,” kata sumber itu kepada TASS.


Menurut pejabat itu, tidak ada penumpang yang selamat. Para pejabat menambahkan bahwa sebagian dari puing-puing telah jatuh ke Laut Okhotsk, sehingga mempersulit upaya penyelamatan.


Pada 2012, pesawat Antonov-28 yang mirip dengan yang dicari penyelamat pada hari Selasa, dan terbang dengan rute yang sama, menabrak hutan di Kamchatka. Penyelidik mengatakan kedua pilot mabuk ketika kecelakaan itu terjadi.


Wilayah Kamchatka sangat luas, ukurannya lebih besar dari Ukraina atau Prancis, dan hanya berpenduduk 300.000 orang. Dengan lanskap berbatu yang ditandai oleh tidak kurang dari 16 gunung berapi aktif, ia memisahkan Samudra Pasifik di satu sisi dari Laut Okhotsk di sisi lain.


Sumber: sindonews.com

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment