-->

Type something and hit enter

author photo
Editor On


NAFAZNEWS.COM -  Empat mahasiswi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melakukan peninjauan kepada salah satu pemilik usaha Cia Kitchen yang beralamat di Jalan Muhajirin Arengka Atas, Pekanbaru.

Peninjauan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi usaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Pekanbaru.
Cia Kitchen memproduksi makanan siap saji diantaranya keripik pisang coklat, risol dan salad buah.

Pemilik usaha Cia Kitchen Teysia Ananda Miranti menceritakan awal mulanya menjalankan usaha ini karena tertarik akan peluang usaha dibidang kuliner. Menurut Teysia, makanan merupakan kebutuhan dasar manusia oleh sebab itu bisnis ini berpeluang akan besar jika digeluti dengan serius dan tekad yang kuat.

"Itu awalnya kenapa saya membuka dan memulai bisnis ini, salah satunya itu dan saya ini orangnya suka mencicipi berbagai jenis makanan siap saji maupun olahan," cerita Teysia saat ditemui oleh rekan mahasiswi UMRI Pekanbaru beberapa waktu lalu.

Owner kembali menjelaskan usaha kuliner dia bangun pada bulan September tahun 2019 kemarin. Saat ditanya rekan kelompoknya apakah ada kendala selama menjalankan usaha kuliner. Teysia blak-blakan menjawab.

"Kita sama-sama mengetahui dimassa pandemi Covid-19 ini semua ekonomi masyarakat anjlok termasuk usaha rumahan. Tantangannya pun ada, yaitu dengan banyaknya usaha kuliner yang tumbuh bahkan ada yang membanting harga produk demi mendapatkan pelanggan yang banyak," jelas mahasiswi UMRI tersebut.

Dari hasil penjelasan pemilik Owner Cia Kitchen dapat disimpulkan bahwa semua usaha yang dijalankan pasti ada tantangan dan kendala. Namun demikian, bagaimana dapat bertahan dimassa krisis ekonomi ditengah Pandemi Covid-19 tentu kembali kepada diri sendiri.

"Saya pikir, kita jangan dilema dengan kondisi saat ini. Yang terpenting terus berinovasi, buat strategi baru dan manajemen yang mumpuni dalam menjangkau pasar yang luas," imbuhnya.

Selain itu, produk Cia Kitchen telah menjangkau pasar diseluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau. Tidak hanya itu, produk industri rumahan ini telah memasarkan produknya ke Kota Aceh, Medan, Palembang, Jakarta, Bekasi dan Bandung.

Berdasarkan apa yang dipaparkan oleh owner maka hal yang dapat dikaitkan dengan  sistem pengendalian manajemen adalah bagaimana memahami strategi manajemen yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala yang dihadapi oleh owner.

Maka solusi yang dapat diberikan adalah UMKM Cia Kitchen harus tetap mempertahankan motonya yaitu love taste, quality, and hygienist homemade yang dapat dipastikan kualitas dan cita rasa produk sehingga para pelanggan tetap akan bertahan walaupun banyak usaha sejenis yang bermunculan. (rls)
 



Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment