-->

Type something and hit enter

Editor On



NAFAZNEWS.COM - Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah berkelakar Nahdlataul Ulama akan besar jika dirinya terpilih menjadi Ketua Umum PBNU dan Kiai Ahmad Bahauddin alias Gus Baha menjadi Rais Aam PBNU.



"Saya punya gambaran NU ke depan akan besar. Kalau ketua umumnya saya, ketua Rais Aam-nya Gus Baha," kata Gus Miftah sambil tertawa di Kota Malang, Sabtu, 16 Oktober 2021.




Muktamar di Lampung



PBNU akan melakukan muktamar ke-34 pada 23 hingga 25 Desember 2021 di Lampung mendatang. Agenda besar dalam muktamar ini adalah menentukan Ketua Umum dan Rais Aam.



Saat ini ada dua nama yang dicalonkan menjadi ketua umum PBNU. Pertama adalah Kiai Said Aqil Siraj yang ingin meneruskan kepemimpinan hingga periode ketiga. Sedangkan nama lain adalah Kiai Yahya Cholil Staquf.



"Tentunya siapa yang dicalonkan adalah tokoh terbaik. Karena yang memilih ketua PBNU pada hakekatnya bukan muktamirin tetapi pilihan langsung Allah SWT," kata pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji ini.



Dicalonkan dan Mencalonkan



Gus Miftah mengatakan dalam pemilihan Ketua Umum PBNU hanya ada dua istilah dicalonkan dan mencalonkan. Selama ini, tokoh yang menjadi ketua umum tidak pernah mencalonkan diri tetapi dicalonkan. Dua sosok saat ini dianggap merupakan orang-orang terbaik di PBNU.



"Makanya ada istilah di dan me. Dicalonkan atau mencalonkan. Maka pemimpin NU itu tidak ada yang me tetapi di. Lah saya ini me berarti saya tidak pantas jadi ketua PBNU. Darimana pun boleh ketua PBNU itu. Gus Yahya itu orang baik, Kiai Said itu juga orang baik. Siapapun yang terpilih kita pilih," tutur Gus Miftah.





Sumber: Viva.co.id

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment