Oknum PNS Kemenag dan IRT Diamankan Dikamar, Rokiyah: Semenjak Suami Meninggal

Ilustrasi
NAFAZNEWS.COM - Oknum PNS Kementrian Agama (Kemenag), Jamaludin 47 tahun diamankan polisi.

Pasalnya sang oknum kerap berbuat dosa di dalam kamar dengan mengonsumsi narkoba yang dipasok seorang janda bernama Rokiyah wanita 42 tahun.

Janda ditinggal meninggal suami ini ternyata nekat menjadi pemasok sabu untuk oknum PNS tersebut.

Ilustrasi

"Setelah melakukan pengembangan dari kasus oknum PNS langsung meringkus tersangka Rokiyah. Ibu rumah tangga itu salah satu pemasok sabu-sabu kepada tersangka Jamaludin," kata Kapolsekta IT I Palembang, Kompol Deni Triana SIK pada Sabtu, 3 Oktober 2020.

Selain sang okunm, polisi pun mengamankan Rokiyah di rumahnya di Jl Slamet Riyadi, Lr Karyawan, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan IT I Palembang.

"Tersangka Jamalidin kami bekuk siang hari dan sore harinya kami amankan langsung Rokiyah bersama barang bukti," terang Deni seperti dikutip dari laman pikiran-rakyat.com.

Polisi menyita barang bukti 2 paket SS seharga Rp 800 ribu, 1 paket SS seharga Rp 300 ribu, 2 bal kantong klip plastik bening, 1 timbangan digital, 1 dompet, 1 potongan pipet sekop dan uang Rp 28 ribu.

Tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 sebagai pengedar, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, diancam dengan pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun kurungan penjara.

Polisi tak berhenti dengan diamankannya dua orang tersebut. Mereka terus mecari bandar besar di wilayah itu.

"Saat ini masih kami kembangkan untuk mencari bandar besarnya termasuk pengedar lainnya," tandas Deni.

Kepada polisi, Rokiyah mengaku baru sebulan mengedarkan SS sejak suaminya meninggal dunia.

"Baru satu bulan jualan sabu-sabu, dapat dari orang juga. Suami aku meninggal dunia belum 40 hari. Sehari bisa habis jual 2 bungkus paket Rp 800 ribu. Duitnya untuk biaya hidup 4 anak dan cucung aku 6 orang," ungkap Rokiyah.

Tersangka mengaku, selama sebulan belum banyak pelanggan.

Tersangka mengaku tak mengenal dengan oknum PNS yang diamankan. Dia mengaku, yang biasa menjadi langganannya adalah pria lajang.

"Tak kenal aku sama yang PNS itu. Dia kawan aku yang perempuan.Yang biasa beli orangnya lajang saja, baru 4 orang pelanggan. Aku menyesal karena tidak bisa cari kerja lain dan terpaksa saja," akunya lagi.

Comment

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Previous Post Next Post