3 Pekerja Migran di Taiwan Dipulangkan

 

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani, saat menjemput tiga pekerja migran Indonesia (PMI) yang mengalami sakit dan kecelakaan kerja di Taiwan.

NAFAZNEWS.COM - Tiga pekerja migran Indonesia (PMI) yang mengalami sakit dan kecelakaan kerja di Taiwan, dipulangkan. Ketiganya dijemput Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

 

"Tiga PMI yang sakit dari Taiwan yakni Neni Wahyuni yang menderita sakit kanker payudara stadium 4, Siti Sumarni sakit leukemia, dan Arief yang menderita luka bakar 47 persen akibat kecelakaan kerja," ujar Kepala BP2MI Benny Rhamdani, Jumat, 19 Februari 2021.

 

Benny mengatakan, Neny menderita kanker payudara stadium 4 dan telah menjalani perawatan kemoterapi di EDCH Hospital, Taiwan, sejak 23 sampai 25 November 2020. Perawatan dilanjutkan kembali pada tanggal 7 Desember 2020, 16 Januari sampai 22 Januari 2021.


"PMI juga telah menerima seluruh hak-haknya dan biaya kepulangannya ditanggung oleh pengguna," ucapnya.


PMI kedua, Siti Sumarni yang di vonis sakit Acute Myeloid Lymphoma atau Leukimia Myeloid akut telah menjalani perawatan kemoterapi di National Taiwan University Hospital selama 55 hari sejak 23 Desember 2020 sampai 17 Februari 2021. Selama menjalani perawatan, Siti melakukan enam kali tindakan medis.

 

PMI ketiga yang dipulangkan bernama Arif Hidayat yang terkena musibah terbakar saat sedang bekerja disebuah home industry pembuatan tangki air. Arif yang sempat pingsan di dalam tangki tersebut yang diduga karena terlalu lama menghirup aroma cat saat melakukan pengecetan di dalam tangki tersebut.

 

"Saat teman-temannya ingin membantu, dilas lah tangkinya tapi percikan api malah menyambar cat dan menimbulkan ledakan. Sehingga Arif ini menderita luka bakar sampai 47 persen disekujur tubuhnya. Tapi alhamdulillah sampai sekarang berhasil selamat dan kami pulangkan," jelasnya.


Arif telah menjalani perawatan di RS NCKU Taiwan dan menerima tindakan medis sebanyak tiga kali berupa operasi pembersihan kulit. Benny mengatakan, ketiga PMI tersebut akan dibawa ke Rumah Sakit Polri, RS Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur untuk dilakukan pengobatan.

 

"Langkah BP2MI adalah merujuk 3 pasien ke Rumah Sakit Polri (Sukanto) dan sepenuhnya pembiayaannya ditangani oleh negara hingga sembuh," katanya.

 

Benny menuturkan sejak 1 Januari 2020 hingga 1 Januari 2021 sudah menangani kurang lebih 480 PMI dipulangkan ke Indonesia karena sakit dan dirujuk ke rumah sakit Polri. Benny menambahkan, selama setahun belakangan sedikit 700 jenazah PMI yang ditangani oleh  BP2MI karena berbagai macam penyakit.

 

"Semua PMI yang kembali ke Tanah Air mereka dikategorikan ada masalah, semua dalam penanganan, perlindungan dan pembiayaan negara sampai mereka nanti dipulangkan ke daerah asal," jelasnya.





sumberberita medcom.id

Comment

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Previous Post Next Post
close