Kemendag Pacu Ekspor Kopi, Teh, dan Kakao ke Inggris

 

Ilustrasi

NAFAZNEWS.COM -  Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya untuk meningkatkan ekspor produk kopi, teh, dan kakao Indonesia ke Inggris pasca-Brexit.

 

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Kasan mengatakan peningkatan ekspor ini harus dilakukan sejalan dengan tren peningkatan konsumsi ketiga jenis produk ini di masa pandemi.

 

"Di tengah kondisi pasca-Brexit dan pandemi covid-19, para pelaku usaha produk kopi, teh, dan kakao Indonesia diharapkan mampu memanfaatkan peluang ekspir ke Inggris," kata Kasan dalam keterangan resmi, Jumat, 19 Februari 2021.


Meski demikian, Kasan tidak menampik adanya beberapa tantangan yang dihadapi para pelaku usaha kopi, teh dan kakao dalam negeri untuk mengekspor produknya. Ia bilang, selain hambatan tarif, hambatan nontarif seperti isu keberlanjutan, lingkungan juga menjadi menjadi perhatian khusus. Untuk itu, sebagai bentuk dukungan untuk mengatasi hambatan tersebut, Kemendag memberikan bantuan sertifikasi bagi pelaku usaha.

 

"Tantangan secara umum untuk ketiga produk tersebut di antaranya belum maksimalnya inovasi serta ketatnya persyaratan keamanan pangan, kontaminan makanan, serta pelabelan dan pengemasan," ujar dia.

 

Sementara itu Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris Desra Percaya mengatakan saat ini Inggris berencana menerapkan aturan due diligence untuk tujuh komoditas kunci yakni kedelai, minyak kelapa sawit, kayu, pulp dan kertas, daging dan kulit sapi, karet, serta kakao guna memastikan rantai pasokan komoditas tersebut tidak berkontribusi pada deforestasi.

 

"Untuk itu sinergi pemerintah dan pelaku usaha sangat penting untuk bekerja sama agar ekspor komoditas unggulan Indonesia, seperti kopi dan kakao, tidak terhambat aturan due diligence maupun hambatan nontarif lainnya," imbuh Desra.

 

Pada 2020 total perdagangan Indonesia-Inggris mencapai USD2,23 miliar. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia ke Inggris tercatat sebesar USD1,28 miliar. Sedangkan impor Indonesia dari Inggris tercatatsebesar USD956,39 juta. Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia terhadap Inggris surplus sebesar USD327 juta.

 

Adapun komoditas ekspor utama Indonesia ke Inggris di antaranya produk sepatu, produk kayu, tekstil dan produk tekstil, minyak sawit, kopi, sepeda, serta ban dan kertas. Sedangkan, produk impor dari Inggris antara lain obat, ferrous scrap, bagian-bagian mesin, bagian elektronik untuk telepon, otomotif, dan mesin pengolah data.







sumber berita medcom.id

Comment

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Previous Post Next Post
close