-->

Type something and hit enter

author photo
By On

 

Petugas penyekatan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi mendapati motor dan penumpang berada dalam bagasi bus pariwisata. (metrotv)

NAFAZNEWS.COM - Larangan mudik dari pemerintah tidak membuat semua masyarakat patuh. Sebaliknya, berbagai cara dilakukan untuk bisa pulang ke kampung halaman.

 

Di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi misalnya, terlihat para pemudik menumpang truk logistik, menyewa travel gelap hingga yang lebih nekat lagi, sembunyi dalam bagasi bus. Cara ini ditempuh untuk menghindari petugas penyekatan.

 

"Jadi sekarang masih melaksanakan pengecekan awal dan belum meminta surat keterangan lainnya," ujar Kasat Lantas Kompol Akhmad Fani Rakhim.


Dalam operasi awal penyekatan yang dilakukan Satlantas Polresta Banyuwangi di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Jawa Timur, petugas menjaring ratusan pemudik awal.

 

Polisi mendapati sepeda motor dimasukkan dalam bagasi bus pariwisata. Tidak hanya sepeda motor, namun di bagasi barang yang pengap dan panas ini juga ada penumpang.

 

Dari pantuan di lokasi, rata rata pemudik yang menggunakan bus pariwisata dan tarvel gelap tidak memiliki surat kesehatan bebas covid-19.

 

Semua penumpang bus dan travel di suruh turun. Bagi yang tidak memiliki surat kesehatan diminta untuk tes kesehatan di pelabuhan. Sebab, persyaratan utama masuk ke Jawa dari Bali adalah tes kesehatan.

 

"Untuk sanksi putar balik bagi masyarakat yang melakukan perjalanan dilaksanakan mulai 6 hingga 17 Mei 2021," kata Fani.



sumber medcom.id

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment