-->

Type something and hit enter

author photo
Editor On


NAFAZNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai mengabaikan saran dan masukan dari para cendekiawan.

Hal tersebut disampaikan oleh Analis sosial politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun.

Ubedilah mengatakan bahwa para cendekiawan ini mengingatkan Jokowi dengan cara yang baik.

Menurut Ubedilah, para cendekiawan ini telah memberikan saran menggunakan data, hasil riset, argumen teoritik yang kokoh, dan memberikan solusi.

Sayangnya, kata Ubedilah, Jokowi malah mengabaikan saran-saran tersebut seakan-akan angin lalu.

"Tetapi kritik kaum cendekiawan dianggap angin lalu. Jokowi pura-pura dengar, lalu cuek," ujar Ubedilah, dikutip terkini.id dari Rmol, 22 Juni 2021.

Ia kemudian memberikan segenap contoh yang membuktikan banyaknya masukan yang telah diterima Jokowi.

"Misalnya, satu bulan setelah dilantik jadi presiden yang kedua, rezim Jokowi didemonstrasi oleh mahasiswa, cendekiawan, buruh dan masyarakat luas karena Jokowi menyetujui revisi UU KPK yang isinya melemahkan KPK," lanjutnya.

Namun sekali lagi, Ubedilah menyayangkan sikap Jokowi yang tak menggubris saran serta masukan yang diberikan oleh beberapa pihak.

"Lalu apa yang terjadi? Perppu tidak dikeluarkan Jokowi dan UU KPK yang baru resmi sah secara hukum masuk dalam lembaran negara," tegasnya.

"Ya, cendekiawan, para tokoh, budayawan, ormas keagamaan, mahasiswa, dan masyarakat luas dicuekin, tidak didengar," imbuh Ubedilah.

Di samping itu, Ekonom Senior Rizal Ramli tampak sejalan dengan perkataan Ubedilah.

Melalui cuitan yang ia bagikan, Rizal Ramli menanggapi pernyataan Ubedilah.

"Bangsa Indonesia dalam kondisi bahaya besar karena pemimpin mengabaikan saran dari para cendekiawan, yang disampaikan dengan sangat santun dan sabar, serta faktual," cuit Rizal Ramli pada akun Twitter miliknya.

Rizal Ramli membagikan pernyataannya tersebut dengan menyertakan tautan pemberitaan mengenai analisi Ubedilah di atas.




sumber terkini.id

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment