-->

Type something and hit enter

Editor On


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan


NAFAZNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengabarkan hingga saat ini sedikitnya 55 anak usia 0-18 tahun dinyatakan terinfeksi varian baru COVID-19. Jumlah itu didapat dari total 168 kasus paparan varian corona yang ditemukan di wilayah ibu kota RI tersebut.


"Dari 168 jumlah variant of concern (VOC) terdapat 55 yang berdampak keterpaparan pada anak anak usia dari 0-18 tahun di Jakarta," ujar Anies dalam keterangan tertulis, Kamis (1/7).


Guna menekan laju infeksi penularan corona, sejalan dengan lampu hijau dari pemerintah pusat, Anies telah membuka vaksinasi pada anak untuk usia 12-17 tahun mulai hari ini.


Lampu hijau pemerintah pusat untuk vaksinasi anak itu diatur lewat Surat Edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.021/I/1727/2021 tentang Vaksinasi Tahap 3.


Cara Pendaftaran Vaksinasi Anak di DKI


Orang tua bisa mendaftarkan vaksinasi anaknya dengan menunjukkan KIA atau KTP (bagi pelajar yang sudah memiliki), atau Kartu Keluarga (KK) jika belum memiliki KIA/KTP.


Nantinya, anak-anak akan diskrining petugas kesehatan di lapangan, dan diberikan formulir untuk pendaftaran. Vaksinasi anak rencananya akan digelar di semua sekolah di DKI Jakarta terhitung sejak vaksinasi perdana per Kamis (1/7).


Pendaftaran vaksinasi terhadap anak juga bisa dilakukan secara daring melalui aplikasi JAKI. Anies mengimbau warga untuk mendaftarkan anaknya mengikuti vaksinasi.


"Karena itu sekali lagi saya ajak kepada seluruh orang tua di Jakarta, untuk segera mendaftarkan anak-anaknya sehingga Insya Allah anak-anak kita bisa terlindungi dari wabah ini," kata Anies.


Mantan Mendikbud itu menargetkan vaksinasi tersebut bisa dilakukan terhadap sekitar 1,3 juta anak di Jakarta.


Anies mengungkapkan kekhawatirannya, sebab saat ini tingkat penularan pada anak kian meningkat. Anies menyebut, angkanya bahkan lebih tinggi sejak pandemi memasuki puncak penyebaran pada Januari-Februari lalu.


"Di bulan Desember Januari-Februari pada saat kasus covid itu puncak gelombang pertama, anak-anak yang terkena tidak banyak. Tapi sekarang anak-anak yang terkena banyak," kata dia.


Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment