-->

Type something and hit enter

author photo
Editor On

 

Ilustrasi

NAFAZNEWS.COM - Kasus penipuan yang mencatut nama pejabat kembali terjadi. Kali ini si penipu mengaku sebagai rektor. Ternyata si penipu itu adalah rektor palsu.


Penipu berhasil mengelabui warga di Banjar Sumbersari, Desa Melaya, Jembrana, Bali, berinisial IGKS (57). Ia menggasak uang korban senilai Rp 262,5 juta.


Kejadian bermula saat korban menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai pembantu rektor. Si penipu mengaku disuruh rektor untuk menghubungi korban.


Korban yang menerima telepon mengiyakan saja perkataan si penipu. Ia tak sadar, seperti terkena gendam hingga mengirimkan uang ke rekening yang diberikan penelpon.


Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bali, kasus penipuan dengan modus mencatut nama, ini terjadi pada Rabu (30/6) lalu.


Menurut korban, sebelum mentranfser uang, ia sempat dihubungi seseorang yang mengaku sebagai pembantu rektor.


Saat itu, si pembantu rektor mengatakan bahwa rektor akan menghubunginya untuk membicarakan bimbingan dan petunjuk mengenai sumbangan sukarela.


“Karena anak saya memang diterima kuliah di kampus itu. Dan memang tinggal memenuhi pembayaran saja,” ungkapnya.


Singkat cerita, korban mengaku baru menyadari dirinya tertipu rektor palsu setelah anaknya melacak melalui aplikasi.


Padahal saat itu korban sudah mengirim uang melalui bank di Kota Negara. Sehingga, korban langsung mendatangi lagi bank untuk memblokir nomor tujuan.


Akan tetapi, pihak bank tidak bisa memblokir. Bahkan uang yang sudah dikirim sudah tidak ada di nomor rekening tujuan.


Korban mengaku saat menerima telepon dari rektor palsu, ia seperti tak sadar diri.


Korban mengaku seperti terkena gendam, sehingga saat menerima telepon menuruti semua keinginan penelpon, termasuk saat pelaku menggiring korban datang ke bank untuk mengirim sejumlah uang.


“Curiga ada. Tetapi tidak kuasa melawan. Saya telepon anak tidak nyambung. Jadi saya jalan begitu saja digiring penelpon,” ungkapnya seperti dikutip dari laman pojoksatu.id.


Setelah mendapat informasi dari beberapa orang, korban disebutkan sudah terkena hipnotis.


Karena saat itu menuruti semua keinginan pelaku yang menghubungi lewat telepon dengan mudah.


Korban juga berpesan agar masyarakat tidak mudah percaya jika ada dihubungi orang yang tidak dikenal dan meminta sejumlah uang.





Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment