Crazy Rich Masuk Kabinet, Jokowi Beri Panggung Capres Potensial 2024

 

Foto jadul Erick Thohir, Sandiaga Uno, dan Muhammad Lutfi. Kini ketiganya menjadi menteri di Kabinet Indonesia Maju. FOTO/Instagram/@erickthohir

Masuknya sejumlah pengusaha yang memiliki harta kekayaan melimpah atau disebut crazy rich menjadi sorotan publik paska reshuffle kabinet yang dilakukan pada 23 Desember 2020. Sebut saja nama Sandiaga Uno dan Muhammad Lutfi, kedua orang ini menambah daftar panjang menteri Jokowi yang berlatar pengusaha kaya.


Bahkan, masuknya nama-nama menteri yang dianggap crazy rich ini dalam kabinet juga dinilai membuka peluang mereka sebagai calon-calon presiden (capres) potensial di Pemilu 2024 mendatang.


"Ya tentu saja (membuka peluang crazy rich di kontestasi pilpres). Kenapa Sandi mau masuk kan, sejumlah nama ini kan. Pertama, secara umum masuknya crazy rich biasa, sudah sering. Nah sejumlah nama ini mungkin akan menjadi pontential contender (lawan potensial) di 2024, kepemimpinan selanjutnya," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan dalam diskusi daring Forum Jurnalis Politik (FJP) yang bertajuk "Crazy Rich Masuk Kabinet: Membaca Plutokrasi di Era Jokowi", Minggu (27/12/2020).


Menurut Djayadi, dengan mereka memperoleh posisi sebagai menteri, tentu orang yang berada di kabinet punya panggung yang lebih luas. Seperti Sandi yang memiliki panggung yang lebih luas, apalagi kalau Sandi berhasil memimpin Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), kementerian ini strategis karena berkaitan erat dengan pemulihan ekonomi, pariwisata dan ekraf.


"Pariwisata, khususnya yang domestik sangat penting untuk recovery (pemulihan) ekonomi, apalagi pariwisata masih sangat sulit dilakukan akibat banyaknya negara yang masih melakukan pembatasan," katanya.


Djayadi melanjutkan, bagi para crazy rich yang memegang posisi menteri ini akan menjadi panggung yang lebih besar, mereka punya kesempatan yang lebih luas saat di kabinet. Beberapa crazy rich yang masuk di kabinet yakni Sandi Uno, M Lutfi, Menteri BUMN Erick Thohir, dan juga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.


"Karena dalam politik, pembiayaan itu penting, mereka punya panggung, biayanya memungkinkan," ujar Djayadi.


Djayadi menilai, Jokowi pun menyadari potensi itu dan tidak masalah, karena sejauh ini ia tidak memiliki calon mahkota untuk didukung di Pilpres 2024. Calon mahkotanya yakni Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution baru menjadi Wali Kota, sehingga Jokowi melihat siapa yang nantinya bisa membantu ke depan.


"Saya kira Bobby dan Gibran belum lah untuk di 2024. Tapi, dengan Pak Jokowi beri pangung untuk semua yang potensial, dia (Jokowi) akan punya hubungan yang baik dengan semua yang potensial jadi pemimpin nasional ke depan. Dari sisi itu, strategi yang bagus. Pak Jokowi, kecuali Undang-Undang Dasar kita diamandemen, Pak Jokowi tidak bisa maju lagi di 2024," katanya.






sumber: sindonews

Comment

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Previous Post Next Post
close