Kasus Suap Bansos Kemensos, Tersangka Harry Sidabuke Tak Terima Disebut Broker

 

Tersangka penyuap Juliari Batubara, Harry Sidabuke usai jalani pemeriksaan penyidik KPK/RMOL

Tersangka kasus dugaan suap bantuan sosial (Bansos) Covid-19 berupa sembako untuk wilayah Jabodetabek, Harry Sidabuke (HS) membantah bahwa dirinya sebagai broker.


Bantahan itu disampaikan oleh Harry usah menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan pada Senin malam (28/12).


Dalam pemeriksaan kali ini, Harry mengaku diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Juliari Peter Batubara (JPB) selaku Menteri Sosial, tersangka Matheus Joko Santoso (MJS) selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kementrian Sosial (Kemensos) dan tersangka lainnya.



"Melengkapi aja. Untuk saksinya Pak Menteri sama Pak Joko," ujar Harry kepada wartawan saat hendak menuju mobil tahanan, Senin malam (28/12).


Harry pun lantas juga menyampaikan beberapa hal terkait informasi yang beredar mengenai dirinya yang dianggap sebagai broker atau seorang atau perusahaan perantara atas vendor pengadaan Bansos di Kemensos.


"Makanya sekaligus saya mau konfirmasi. Saya sebenarnya pengusaha biasa, bukan broker, karena kan ramai berita saya jadi broker," kata Harry.


Harry pun mengaku juga telah beberapa kali bekerjasama dengan Kemensos terkait pengadaan.


"Sudah beberapa kali (jadi vendor di Kemensos)" pungkasnya.


Harry sendiri merupakan tersangka pemberi suap terhadap perkara yang menjerat kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.


Harry sendiri disebutkan sebagai pihak swasta. Namun, KPK hingga saat ini belum mengungkapkan identitas yang jelas terkait sosok Harry ini.


KPK hanya menyebutkan bahwa Harry merupakan salah satu suplier rekanan yang mendapatkan kontrak pekerjaan pengadaan Bansos ini.



sumber: rmol.id

Comment

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Previous Post Next Post
close