Amerika Libur Setiap Senin Ketiga di Bulan Februari Karena Peringati Hari Presiden

 

Sosok Presiden AS George Washington, Thomas Jefferson, Theodore Roosevelt, dan Abraham Lincoln terpahat di Gunung Rushmore, di kawasan Black Hills di South Dakota (Foto: VOA Indonesia)

NAFAZNEWS.COM - Setiap Senin ketiga di bulan Februari diperingati menjadi hari Presiden karena bulan kelahiran dua presiden paling terkenal, George Washington, presiden kelima, dan Abraham Lincoln, yang memimpin Amerika semasa perang saudara.


Meskipun sebagian pekerja AS libur, termasuk para pegawai federal dan pegawai bank, sebagian lainnya tidak.


Berlangsung di tengah musim dingin, pada liburan ini orang tidak mengadakan pesta memanggang dan piknik seperti liburan pada musim panas. Liburan ini kerap kali dimanfaatkan perusahaan untuk menawarkan diskon harga mobil dan barang-barang ritel.


Tahun ini, rumah lelang RR Auction yang berbasis di Boston melakukan pelelangan berbagai memorabilia kepresidenan pada sekitar hari libur ini.


Hampir 300 artefak kepresidenan tersedia untuk ditawar dalam lelang daring, termasuk baju hangat berwarna khas universitas Harvard milik John F. Kennedy, sejumput rambut Washington, dan foto Lincoln yang dibubuhi tanda tangannya. Lelang ini juga mencakup dokumen dari banyak presiden, termasuk John Quincy Adams, James Madison, dan Ulysses S. Grant.


Hari Presiden diawali dengan perayaan ulang tahun Washington setiap tahun pada 22 Februari.


Kongres AS secara resmi menetapkannya sebagai hari libur federal pada tahun 1968, sambil memindahkannya menjadi Senin ketiga bulan Februari, sehingga ada libur akhir pekan yang lebih panjang.


Pada suatu ketika, sebagian kalangan berpendapat liburan ini seharusnya mencakup perayaan hari ulang tahun Lincoln, yang jatuh pada 12 Februari, dan diubah namanya dari Hari Ulang Tahun Washington menjadi "Presidents Day" atau Hari Presiden.


Para legislator menolak gagasan tersebut, dan nama hari libur ini secara resmi masih tetap Hari Ulang Tahun Washington. Namun, hari ini sekarang lebih umum dikenal sebagai Hari Presiden dan dianggap kebanyakan orang sebagai perayaan bagi semua presiden AS.


Presiden ke-46


Sewaktu Joe Biden dilantik pada 20 Januari lalu, ia menjadi presiden ke-46. Ia adalah presiden ke-15 yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden. Di antara mereka, delapan menjadi presiden karena kematian presiden sebelumnya, sementara satu orang, Gerald Ford, menjabat setelah mundurnya presiden Richard Nixon.


Biden, yang menjabat di bawah Presiden Barack Obama, adalah wakil presiden kedua yang menjadi presiden setelah berselang satu masa jabatan kepresidenan. Yang lainnya adalah Nixon, yang menjabat sebagai wakil presidennya Dwight D. Eisenhower dari tahun 1953 hingga 1961, namun ia baru berhasil menang pemilihan presiden pada tahun 1968.


Biden, yang juga menjadi anggota Senat selama 36 tahun, mengikuti tren presiden-presiden sebelumnya yang pernah menjadi anggota Kongres, adalah presiden ke-26 yang pernah menjadi anggota DPR atau seorang senator. Tujuh belas senator pernah menjadi presiden, termasuk Biden, tetapi hanya tiga senator yang langsung beralih dari Senat ke Gedung Putih, Warren G. Harding, Kennedy dan Obama.


Biden juga presiden Katolik kedua, setelah Kennedy, sementara seluruh presiden lainnya adalah penganut Protestan. Belum ada presiden Yahudi atau Muslim. Meskipun tidak ada yang secara terbuka mengaku ateis, Thomas Jefferson, Lincoln, dan William Howard Taft diduga agnostik atau ateis oleh sebagian kalangan.


Biden juga menonjol sebagai presiden tertua yang masuk Gedung Putih pada usia 78, melampaui Donald Trump yang sebelumnya menyandang gelar itu, sewaktu mulai menjabat pada usia 70 pada tahun 2017.


Presiden termuda, Theodore Roosevelt menjadi presiden pada usia 42, disusul oleh Kennedy, yang mulai menjabat pada usia 43 tahun.



sumber berita antvklik.com

Comment

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Previous Post Next Post
close