-->

Type something and hit enter

Editor On
Kakorlantas Polri Irjen Istiono



NAAZNEWS.COM - Kebijakan PPKM darurat telah memasuki hari kelima. Sejumlah warga diketahui masih mencoba peruntungan lewat jalur tikus agar bisa menghindari pos penyekatan menuju Jakarta.


Kakorlantas Polri Irjen Istiono mengatakan langkah tersebut akan menjadi sia-sia ke depannya, mengingat personel akan disiagakan di jalur tersebut. Dia meminta warga tidak 'kucing-kucingan' mengelabui petugas dengan menggunakan jalur tikus.


"Ini kan situasi darurat. Saya mohon semua masyarakat paham akan situasi ini. Ini pelaksanaan PPKM darurat sampai tanggal 20 (Juli). Tolong tidak usah main kucing-kucingan sama petugas di lapangan," kata Istiono kepada wartawan, Rabu (7/7/2021).


Dia meminta masyarakat bersama-sama berperan aktif dalam memutus penyebaran virus Corona saat ini. Salah satu caranya dengan tetap di rumah selama pelaksanaan PPKM darurat.


"Harusnya bersama memerangi COVID-19 ini. Tidak perlu pakai jalan tikus seperti itu," pinta Istiono.


Selain mengimbau warga agar tidak perlu melewati jalur tikus, Istiono menyebut pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi dan penindakan.


Dia menambahkan, ke depan para pengendara yang diketahui melintas di jalur tikus untuk menghindari pos penyekatan, petugas akan melakukan swab antigen kepada pengendara tersebut di lokasi.


"Nanti kalau yang bandel-bandel tetap kita hentikan dengan tindak. Kalau yang ngeyel-ngeyel akan kita pinggirkan, kita periksa kita swab antigen ya. Yang ngeyel periksa, nggak pake masker kita swab antigen. Kalau memang nggak benar kita putar balikkan atau perlu kita kasih sanksi," jelas Istiono.


Jalur tikus di sejumlah titik penyekatan PPKM darurat memang masih kerap dilalui warga untuk bisa masuk ke Jakarta. Para warga itu mencoba mengelabui petugas dan menghindari kemacetan yang terjadi di pos penyekatan.


Terkait kemacetan yang terjadi di pos penyekatan PPKM darurat, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil punya jawaban sendiri. Fadil membantah keberadaan pos penyekatan itu menjadi penyebab kemacetan yang terjadi di jalan.


"Jangan dibalik cara berpikirnya, jangan penyekatan dibilang sebabkan kemacetan. Orang-orang yang tidak perlu keluar itu yang bikin macet," kata Fadil kepada wartawan, Rabu (7/7).


Menurut Fadil, kemacetan parah di pos penyekatan seperti pada Senin (5/7) kemarin itu disebabkan karena masih banyak warga di luar sektor esensial dan kritikal yang beraktivitas di luar rumah. Sejumlah warga yang dia tanyai di lokasi pun disebut seharusnya berada di dalam rumah selama PPKM darurat berlangsung.


"Dari wawancara saya, observasi saya, hari pertama saya tanya penumpang angkot, 10 penumpang angkot hanya satu yang miliki alasan yang dikategorikan sesuai dengan ketentuan PPKM," terang Fadil.


Mantan Kapolda Jatim ini mengatakan pos penyekatan PPKM darurat berfungsi menekan mobilitas warga, bukan untuk mempersulit.


"Jadi intinya bukan penyekatan yang sebabkan kemacetan dan kerumunan. Orang yang tidak punya kepentingan yang masih banyak keluar. Jadi jangan dibolak balik gitu," pungkas Fadil.


Sumber: detik.com

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment