-->

Type something and hit enter

author photo
By On

 

Ilustrasi

Pasangan suami istri (pasutri) di China didenda 718.080 yuan atau sekitar Rp1,6 miliar karena memiliki tujuh anak. Mereka melanggar kebijakan dua anak dalam satu keluarga.


Pasangan yang tinggal di Anyue, Ziyang, Provinsi Sichuan, itu diketahui memiliki tujuh anak sejak 11 tahun lalu.


Sang suami yang disebutkan bermarga Liu, dan istrinya, tinggal di daerah yang warganya biasa memiliki lebih dari satu anak.


Laporan Jiemian.com yang dinukil Global Times, mengungkap, anak pertama mereka merupakan perempuan yang lahir pada 1990. Setelah itu mereka memiliki enam anak lagi di mana yang terakhir, laki-laki, lahir pada April 2009.


Otoritas lokal baru memulai penyelidikan persalinan ilegal pasangan tersebut pada November 2018. Setelah mengetahui ada pelanggaran, pemerintah menghentikan pemberian dana jaminan sosial.


Detik Detik Penggerebekan Pasutri Spesialis Jambret Kota Makassar


Pasutri tersebut mengatakan tidak mampu membayar hukuman denda. Penghasilan Liu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.


Liu pernah mengajukan permohonan untuk membayar denda itu dengan mencicil, namun tetap tidak bisa memenuhinya.


Beruntung otoritas kesehatan setempat berpihak ke Liu. Mereka mengajukan permohonan ke pengadilan untuk mencabut penegakan hukuman terhadap keluarga Liu.


Otoritas kesehatan mempertimbangkan untuk membuat hukuman lain karena sanksi yang ada tidak sesuai dengan kondisi keluarga tersebut.


Informasi soal pasutri tersebut memicu kontroversi di media sosial, banyak netizen berpendapat hukuman denda bertentangan dengan perubahan struktur masyarakat China.


Mereka justru menyarankan pasangan itu diberi penghargaan, bukan hukuman, karena menutupi angka kelahiran di China yang menurun.


Ahli demografi dan peneliti senior Center for China and Globalization Huang Wenzheng hukuman tersebut akan mengirimkan sinyal yang salah. Dalam kondisi saat ini, persalinan malah justru dianjurkan di China.




sumber: INews.id

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment