-->

Type something and hit enter

Editor On
Ilustrasi tempat isolasi mandiri pasien covid-19



NAFAZNEWS.COM -  Kasus COVID-19 saat ini kian melonjak tajam dan membuat fasilitas kesehatan kian terbebani sehingga pasien bergejala ringan dianjurkan menjalani isolasi mandiri. Meski begitu, ada beberapa gejala fatal yang harus diwaspadai dan segera memeriksakan diri ke rumah sakit.


Dokter Spesialis Penyakit Dalam - Penyakit Tropik-Infeksi, dr. Adityo Susilo, Sp.PD, KPTI, mengatakan pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 tetap harus melapor ke fasilitas kesehatan terdekat. Selain itu, menjalani isolasi mandiri bukan berarti menganggap enteng beragam gejala yang timbul, terlebih tiga gejala yang perlu diwaspadai.


"Keluhan yang diwaspadai sesuai WHO dan rekomendasi di Indonesia adalah demam. (Baik itu) naik turun atau cenderung menetap, apalagi kalau tinggi artinya ada peradangan. Hati-hati ada kerusakan (organ) setelahnya," ujar dokter Adityo, dalam acara Hidup Sehat, TvOne, Senin 5 Juli 2021.


Gejala lain yang harus diwaspadai adalah batuk yang makin progresif dan napas terasa makin berat. Pada keluhan napas, kata dokter Adityo, biasanya diiringi rasa tak lega meski telah menarik napas panjang.


"Malah kadang, dengan tarik napas saja, malah jadi batuk," ujarnya.


Tiga gejala utama itu, juga disertai keluhan lain seperti hilang nafsu makan hingga rasa lelah berlebih. Ketentuan pasien COVID-19 yang isoman, kata dokter Adityo, tak dianjurkan bertemu dengan orang lain selama 10 hari sejak gejala terasa atau usai hasil Tes PCR muncul.


Bahkan, WHO kembali menambahkan, apabila telah isoman 10 hari atau saat gejala hilang, sebaiknya tambah tiga hari lagi untuk isolasi mandiri.


"Aturan-aturan itu yang harus dipahami tanpa tes PCR (kembali usai hilang gejala). Ada kewajiban (mematuhi aturan itu) agar tidak menularkan," paparnya.


Sumber: Viva.co.id

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment