-->

Type something and hit enter

author photo
Editor On

 


NAFAZNEWS.COM -  Pengakuan mengejutkan datang dari komika Mongol. Secara blak-blakan ia mengaku pernah ikut bergabung di sekte sesat penyembah setan (satanic).


Pemilik nama asli Rony Imannuel itu pun membeberkan pengalaman masa lalunya dan mengungkap sejumlah fakta mengerikan soal sekte sesat yang diikutinya.


"Kalau bicara penyembah setan, karena faktor Mongol tidak terdidik," katanya di Podcast Deddy Corbuzier, dikutip Jumat, 2 Juli 2021.


Berawal ketika usianya sekitar 14-15 tahun, Mongol diajak oleh seorang bule.


"(Saat itu) enggak ada merasa bersalah dan kita bersama, (jalani) ritual. Dan tiga bulan kemudian ada pembaptisan, ritual setan," cerita Mongol seperti dikutip dari laman reqnews.com.


Pria asal Manado ini menyebutkan salah satu yang ditawarkan satanic adalah kemewahan. Dan, dia mengisyaratkan uang yang didapatkan para pengikut satanic adalah bisa jadi sumbangan uang dari transaksi haram.

 

Mongol pun bercerita, salah satu hal yang harus dilakukan para pengikut satanic adalah menjalani ritual sesat yang bernama 'santap kasih bersama'.


"Hari ini disuruh cewek atau cowok. (Ritual seks) seminggu tiga kali, sesama member anggota, ada membership atau simpatisan. Satu kepala dibayar Rp500 ribu," ujarnya.


Meski itu adalah pengalaman masa lalunya, Mongol menyebut komunitas satanic tersebut masih ada hingga kini. Bahkan, di daerah-daerah elit Jakarta.


"Saat ini mereka masih ada tapi underground (berlangsung diam-diam). Banyak, di Tanah Abang ada, Pondok Indah ada, Pondok Gading ada. Tinggal buka aja webnya ada," bebernya.


"Sasaran satanic saat ini bukan ke orang tua. Yang dicari anak muda yang labil. Yang labil-labil ditawarin iPhone 12, kedip-kedip. Bayangkan, dapat gopek setiap bawa orang (untuk ritual seks)," lanjutnya.


"Genarasi muda adalah generasi yang paling rentan disusupi penyesatan," kata Mongol lagi.


Di sisi lain, Mongol mengapresiasi kepolisian RI yang bergerak cepat menindak komunitas sesat semacam ini sehingga mereka tidak menyebar secara masif dan terang-terangan.


"(Polisi) sepertinya pasti tahu. Dan, mereka (polisi) sangat luar biasa, membuat Indonesia tidak menjadi sarang satanic besar. Polisi, TNI cakep intelnya. Jadi geraknya mereka (pengikut satanic) kembali ke underground," tandasnya.





Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment